Selasa, 28 April 2015

Islam Tidak Mewajibkan Pemeluknya Melakukan Ibadah yang Tidak Sanggup Mereka Lakukan




            Awal mula saya berniat menulis artikel opini adalah isi dari sebuah buku yang memuat 1 paragraf mengenai Islam, sebagai pemeluk Islam saya ingin meluruskan opini yang salah dalam paragraf tersebut. Beberapa tahun yang lalu saya dihadiahi sebuah buku oleh seorang teman, teman saya yang sangat tahu jika saya menyukai hal-hal yang menantang dan tidak biasa. Buku skala international tersebut berjudul Super Freakonomics yang terbit pada tahun 2010 di Indonesia, buku duet penulis ini ditulis oleh Steven D. Levit  seorang profesor ekonomi di Universitas of Chicago dan Stephen J. Dubner mantan penulis dan editor di The New York Times Magazine. Buku Super Freakonomics ini menurut saya sangat menarik dan berani. Didalamnya berisikan kisah-kisah, teori, dan berbagai macam fakta yang terjadi di dunia namun tidak semua orang menganggap jika hal-hal tersebut adalah hal yang aneh. Setiap lembar demi lembar saya membaca buku ini, logika saya tergerak untuk mengatakan ‘Oh iya bener juga ya’, bisa dibilang buku ini menjadi inspirasi saya untuk melakukan searching pada kejadian-kejadian didunia yang terjadi sebelum saya lahir dan tidak banyak diketahui oleh masyarakat dunia (atau mungkin sudah dilupakan).

            Ketika saya memasuki bab ke 2 pada halaman 67 dalam buku tersebut, saya membaca judul bab yang sangat menarik yaitu ‘Mengapa Pelaku Bom Bunuh Diri Seharusnya Ikut Asuransi Jiwa’. Pembahasan pertama pada bab ini adalah mengenai kelahiran bayi dan mitos dahulu tentang bulan-bulan yang beresiko bagi kelahiran dalam tahun tertentu. Masuk pada paragraf ke-6 saya membaca kutipan opini mengenai Islam yang jujur saja ini membuat saya tercengang ketika membaca kalimat ke-4 dan kalimat ke-5 pada paragraf 6 tersebut. Isi dalam paragraf 6 itu adalah;

“Islam menggunakan kalender yang mengacu kepada pergerakan bulan, maka bulan Ramadan dimulai lebih awal setiap tahun. Dalam tahun 2009, bulan ini dimulai dari 21 Agustus hingga 19 September, yang menjadikan bulan Mei 2010 bulan paling tidak menguntungkan untuk kelahiran bayi. Tiga tahun kemudian, dengan Ramadan dimulai pada 20 Juli, April akan menjadi bulan kelahiran paling beresiko. Resiko itu diperbesar ketika Ramadan jatuh dalam musim panas karena panjang siang lebih lama. Karena itu, perempuan hamil mengalami masa tanpa makanan dan minuman yang lebih panjang.  ...........”

            Kalimat ke-4 dan ke-5 dalam paragraf tersebut kurang lebih mengartikan bahwa dalam Islam wanita yang sedang hamil diwajibkan melakukan ibadah puasa pada bulan Ramadan sehingga menyebabkan kelahiran yang beresiko pada wanita dan anaknya. Yang perlu saya luruskan dalam paragraf ini adalah Islam tidak mewajibkan umatnya melakukan ibadah puasa dalam keadaan;
  1. Balita
  2.  Manula
  3. Wanita dalam keadaan hamilWanita yang sedang menyusui
  4. Wanita yang sedang dalam masa period (menstruasi)
  5. Orang yang sedang dalam keadaan sakit
  6. Orang yang sedang dalam perjalanan yang sangat jauh


          Untuk poin 5, 6, dan 7 orang tersebut tetap harus mengganti puasa jika keadaannya sudah memungkinkan pada saat setelah bulan Ramadan berakhir.

            Bukan hanya puasa yang tidak diberatkan untuk keadaan-keadaan tertentu, namun juga shalat yang wajib dilakukan setiap hari dalam keadaan tertentu tidak dipaksakan untuk melakukan sesuai dengan prosedurnya. Misalnya ketika dalam keadaan krisis air, untuk wudhu dapat dilakukan tanpa menggunakan air, namun bisa digantikan dengan debu yang bersih (debu diatas lemari, debu pada dinding). Selain itu jika seseorang sakit atau tidak bisa menggerakan tubuhnya shalat juga bisa dilakukan dengan keadaan berbaring yaitu dilakukan dengan berdoa didalam hati.

            Allah sama sekali tidak mewajibkan umatNya untuk melakukan hal-hal yang tidak sanggup mereka lakukan! Al-quran dan Hadist berisikan hal-hal yang masuk akal, jadi tidak ada aturan dalam Islam yang menyulitkan manusia dan alam semesta.

            Penulis seharusnya melakukan penelitian yang dalam dan pengkajian terlebih dahulu sebelum menulis data dan kesimpulan mengenai suatu kejadian. Karena tulisan yang ia publish kemudian akan dibaca oleh masyarakat luas, jangan menulis sesuatu yang menyinggung atau tidak sesuai dengan kenyataan pada golongan tertentu. Karena apapun yang dipublikasi akan memberikan dampak stimulus bagi masyarakat luas dikemudian hari.


--Saya bukan ahli agama, penghafal kitab dll saya hanya penulis biasa yang ingin meluruskan opini yang salah dengan pengkajian.--

Minggu, 19 April 2015

Pengalaman Dalam Team Work (Softskill)


            Saat SMA saya mengikuti ekskul Paskibra. Dalam Paskibra yang kami lakukan bukan hanya bertugas untuk mengibarkan bendera disekolah, namun juga mengikuti perlombaan-perlombaan dan mengadakan berbagai acara yang berkaitan dengan edukasi. Paskibra yang saya ikuti bisa juga dikatakan sebagai organisasi karena kami memiliki struktur, visi-misi yang kurang lebih sama dengan organisasi-organisasi pada umumnya. Dalam menempatkan tanggung jawab pada setiap anggotanya, instruktur pelatih saya melakukannya melalui psikotes jadi setiap individu menerima jabatan sesuai dengan karakteristik pribadinya. Dalam organisasi ini kami memiliki beberapa tingkatan jabatan yaitu;
  1. Ketua
  2. Wakil ketua
  3. Sekretaris
  4. Bendahara
  5. P&K
  6. Humas internal
  7. Humas eksternal
  8. Perlengkapan & Acara


            Kebetulan pada saat itu saya mendapatkan jabatan sebagai P&K yaitu Pendisiplinan dan Kerapihan karena bisa dibilang saya ini memiliki karakter yang keras dan selalu melakukan segala sesuatu sesuai dengan jalur. Pembagian jabatan ini dilakukan tidak semerta-merta hanya dinilai melalui psikotes yang dilakukan oleh istruktur, namun kami juga harus mengikuti jambore yang memang diadakan oleh sekolah untuk semua ekstrakulikuler. Kekompakan pengurus pada angkatan saya teruji dari isu-isu yang sengaja disebarkan oleh para senior dan alumni yang memang masih mengawasi dan membimbing kami agar organisasi ini tidak hancur untuk angkatan berikutnya. Salah satu isu yang disebarkan adalah ada salah satu diantara anggota kami ada yang berpacaran. Dalam kitab peraturan organisasi ini, dalam satu angkatan pengurusan tidak ada yang boleh berpacaran kecuali sudah lepas lencana dan serah jabatan kepada angkatan selanjutnya. Setelah isu itu tersebar kami mulai disidang kemudian topi dan lencana yang kami dapatkan dengan susah payah saat jambore harus diambil, beberapa diantara kami mungkin saling mencurigai satu sama lain, disini peran ketua untuk menengahkan sangat penting. Pada akhirnya sampai sidang berikutnya tidak ada yang terbukti melanggar peraturan.


            Dalam organisasi ini belum pernah ada konflik mengenai pemegang jabatan yang bekerja tidak sesuai dengan jobdesknya, karena jabatan kami ditentukan berdasarkan karakter masing-masing. Kebetulan dalam organisasi ini kami tidak mempunyai anggota yang terlalu introvert, namun kami sempat mendapat masalah karena salah satu dari anggota kami (senior saya) mungkin dia mencoba melakukan pengkhianatan. Dalam masa jabatan angkatan saya, kami selalu menghormati senior diatas kami, kebetulan ia adalah seorang pelatih paskibra di SMPnya. Pada suatu undangan untuk mengikuti perlombaan kami sudah menyusun formasi, kostum, make-up, mix-sound dan segala sesuatunya dengan sangat matang kemudian salah seorang dari senior meminta proposal, softcopy sound, design kostum dll pada divisi perlengkapan dan acara. Meskipun kami tidak tau pasti apa tujuannya namun saat perlombaan berlangsung dan paskibra SMP yang senior kami latih itu tampil, kami tertegun karena melihat keseluruhan konsep yang sama dengan konsep kami. Kebetulan SMP tampil lebih dulu dari SMA, jika nanti kami tampil dan sama dengan SMP tersebut apa kata penonton dan panitia nanti? Akhirnya istruktur kami memilih untuk mengundurkan diri dari acara tersebut. Menurut istruktur, harga diri lebih penting dibanding dengan biaya yang sudah kami keluarkan untuk persiapan mengikuti lomba tersebut. Kami tidak mau dibilang sebagai plagiat. Pada akhirnya setelah kejadian itu terjadi, kami memiliki pengelaman tambahan yaitu jangan biarkan rahasia team diketahui oleh orang lain diluar team sekali pun orang tersebut adalah senior atau orang yang pernah menjadi bagian team.





                                                  Adistia Bianca Rizki ~~ 10113209 ~~ 2KA21

Komunikasi (Softskill)



            Komunikasi adalah sebuah interaksi atau penyampaian pesan (berupa informasi atau berita) dari seseorang kepada orang lain. Komunikasi dapat dilihat dalam berbagai bentuk misalnya percakapan antara dua orang, pidato dari ketua kepada anggota rapat, berita yang dibacakan oleh penyiar dari radio atau televisi, buku cerita, koran, telepon, e-mail dan sebagainya. Dalam tiap bentuk komunikasi terdapat lima unsur dalam proses komunikasi yaitu:
  1. Adanya pengirim berita/informasi.
  2. Adanya penerima berita/informasi.
  3. Ada berita/informasi yang disampaikan.
  4. Ada media atau alat pengirim berita/informasi.
  5. Ada sistem simbol yang digunakan untuk menyatakan berita/informasi (berupa gerakan, tulisan, dan kata-kata)

          Syarat pertama untuk terjadi komunikasi adalah adanya dua orang atau lebih. Orang pertama berfungsi sebagai pengirim berita, sedangkan orang kedua dan seterusnya berfungsi sebagai penerima berita. Begitu juga sebaliknya, orang kedua, ketiga, dan lainnya setelah menerima berita dapat pula mengirim berita kembali hingga ia berfungsi sebagai penerima berita. Pengirim berita, sebelum ia mengirimkan beritanya harus tau sesuatu apa yang harus disampaikan kepada orang lain. Jadi, ada sesuatu yang terjadi didalam diri pengirim berita sehingga ia merasa perlu membagikan berita tersebut kepada orang lain. Sesuatu yang terjadi itu misalnya dapat berupa rasa lapar sehingga perlu meminta makan, kesakitan sehingga perlu menjerit, atau pengetahuan tentang sesuatu yang perlu diterangkan, seperti halnya dosen dalam memberikan materi kuliah. Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan, karena hanya melalui komunikasi individu/kelompok dapat memahami individu/kelompok lain agar tidak terdapat kesalahan dalam penerimaan informasi. Bahkan komunikasi tidak hanya terjadi antara manusia tetapi juga pada hewan misalnya saat seekor kucing kelaparan, atau akan bereproduksi maka kucing tersebut akan menunjukan tanda-tanda berupa ngaungan dimana tanda tersebut merupakan salah satu dari cara penyampaian komunikasi.


Jenis Komunikasi

Jika dilihat berdasarkan jalannya, komunikasi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu:
  • Komunikasi Searah, yaitu komunikasi yang datang hanya dari satu pihak saja, sedangkan pihak yang lain hanya menjadi penerima. Misalnya, seorang reporter yang menyampaikan berita melalui media televisi, ia melakukan sebuah komunikasi kepada penontonnya namun respon yang diberikan penonton tidak dapat langsung disampaikan kepada reporter tersebut melalui media (televisi) yang penonton gunakan untuk mendapatkan informasi.
  • Komunikasi Dua Arah, yaitu penerima dapat berubah fungsi menjadi pengirim berita, sedangkan pengirim dapat menjadi pnerima berita. Jika komunikasi dua arah ini terjadi secara terus menerus dan berganti-ganti, maka akan terjadilah dialog. Misalnya seperti dua orang teman atau lebih yang sedang membahas mengenai hobi mereka masing-masing.


Sedangkan berdasarkan tingkatan atau konteks komunikasi dibagi menjadi empat yaitu:
  • Komunikasi Intrapribadi : komunikasi yang terjadi pada diri sendiri melalui syaraf dan indra (misalnya meditasi).
  •  Komunikasi Antarpribadi: komunikasi yang terjadi pada individu dengan individu lain dan bersifat personal.
  • Komunikasi Massa/Publik : komunikasi dimana berita dapat diterima oleh penerima secara serentak dan ditunjukan pada runag lingkup yang luas (berita di radio, televisi, atau surat kabar misalnya)
  • Komunikasi Organisasi/Kelompok : komunikasi terjadi dalam penerimaan dan pengiriman berbagai informasi organisasi yang bersifat formal maupun informal


Struktur Komunikasi
            Dilihat dari sudut hubungan antara individu dalam kelompoknya, komunikasi dapat dibagi kedalam dua macam struktur yaitu:
  1. Jenis Bintang : Dalam jenis ini, ada satu orang yang menjadi pusat komunikasi dan setiap individu yang ingin berhubungan dengan individu lainnya harus melalui pusat itu terlebih dahulu. Jenis ini terdapat dalam rapat-rapat, organisasi-organisasi, dan kelompok-kelompok formal lainnya. Individu-individu disini menjadi lebih terikat dan tidak bebas menyatakan pendapatnya masing-masing pada saat mereka ingin menyatakannya. Namun sebaliknya, dalam hal ini komunikasi menjadi lebih tertib dan semua individu pada gilirannya akan mendapat kesempatan untuk berbicara. Pada jenis ini kemungkinan dominasi oleh satu atau beberapa orang tertentu saja dapat dihindari.
  2.  Jenis Hubungan Langsung : Dalam jenis ini, setiap individu dapat berbicara langsung dengan individu lainnya pada setiap saat yang ia kehendaki sendiri. Jenis ini biasanya didapati dalam kelompok-kelompok yang tidak formal, seperti arisan, reuni, atau acara keluarga. Kelemahan dalam jenis komunikasi ini adalah karena semua individu dapat mengikuti kehendaknya masing-masing, sehingga komunikasi menjadi tidak terarah. Sadangkan keuntungannya adalah bahwa setiap individu bebas dan tidak terikat dalam menyatakan pendapatnya.


Referensi:·        Sarlito, Sarwono. (2009). Psikologi: Psikologi Komunikasi dan Interaksi Sosial. Jakarta: Rajagrafindo Persada



                                          Adistia Bianca Rizki ~~ 10113209 ~~ 2KA21

Jumat, 20 Maret 2015

Struktur Program C++



            Bahasa C++ diperkenalkan oleh Stroustrup sekitar tahun 1980. Bahasa ini sebernarnya adalah pengembangan dari bahasa C. Penambahan yang dilakukan pada C++ adalah penggunaan class yang memungkinkan konsep pemrograman berorientasi objek. Ketika bahasa C++ diperkenalkan secara komersial, C++ banyak mendapatkan dukungan dari kalangan programmer, khususnya programmer yang memakai bahasa C. Hal ini karena fungsi-fungsi yang dipakai di dalam bahasa C masih dapat juga dipakai dalam bahasa C++. Banyak software komersial yang ada saat ini diciptakan dengan menggunakan bahasa C++. Hal ini menunjukan bahwa bahasa C++ adalah bahasa yang handal dan cukup populer dikalangan programmer. Saat ini ada banyak kompiler bahasa C++ yang sering kali digunakan oleh para programmer seperti Turbo C++, Microsoft C++, Borland C++, Symantec C++, dan Watcom C++. Meskipun berbeda dalam pembuatannya, namun pada penulisan kode-kode program tidak jauh berbeda.
            Sebagai pengetahuan dasar, hal-hal yang harus diketahui dalam membuat program dengan komputer adalah struktur program, punctuator (tanda) yang digunakan dalam bahasa pemrograman, pemberian komentar, perintah input-output, pembuatan variabel, konstanta, dan tipe datanya, operasi aritmatika, perintah kondisional, perintah perulangan, penggunaan array dan pengenalan pemrograman berorientasi objek.
·        Struktur Program C++ : Secara sederhana, bahasa C++ memiliki struktur pemrograman yaitu, Header -> Fungsi-fungsi -> Program Utama.
            Header, digunakan mengikutsertakan fungsi-fungsi library maupun file-file yang berkaitan dengan program yang akan ditulis. Salah satu contoh penggunaannya adalah file iostream.h untuk menjalankan proses input dan output. Untuk mengikutsertakan file-file lain digunakan perintah #include<nama file>.
            Fungsi, bagian yang biasanya digunakan untuk membuat sub program. Bagian ini tidak harus ada apa bila programmer memang tidak perlu membuat sub program.
            Program Utama, ditunjukan melalui fungsi main(). Bagian ini harus ada saat menulis program dengan bahasa C++, karena pada bagian ini berisi perintah-perintah yang harus digunakan oleh komputer untuk menghasilkan aplikasi yang diinginkan oleh pembuat program.
Contoh:
#include <iostream.h>
Main()
{
    cout <<”hello you”;
}
·        Punctuator : Ada beberapa tanda yang digunakan dalam penulisan kode program. Tanda yang digunakan dalam menulis program C++ adalah tanda-tanda sbb:
()  Untuk grup ekspresi dan parameter fungsi.
{ }  Untuk pengelompokan perintah.
;    Untuk mengakhiri baris perintah.
:    Untuk memberi nama suatu perintah.
=   Untuk memberi nilai.
·        Komentar :  Adanya komentar akan memudahkan dalam mendokumentasikan program yang dibuat. Komentar tidak akan dieksekusi saat program dijalankan. Ada dua cara untuk memberikan komentar pada kode program, yaitu:
Tanda // untuk memberi komentar pada satu baris
Tanda /* diawal komentar dan tanda */ diakhir komentar apabila komentar lebih dari satu baris.
·        Perintah Input dan Output : Untuk menjalankan perintah input dan output pada C++ digunakan file iostream.h. Hal ini berbeda dengan bahasa C yang menggunakan file stdio.h. Perintah untuk input adalah cin dan untuk output adalah cout.
Contoh:
#includen <iostream.h>
main ()
{
  string nama;
  cout << “Masukan Nama : “ ;
  cin >> nama;
  cout << “Bagaimana Kabarmu? “<< nama;
Saat dijalankan, kode program tersebut akan meminta masukan yang akan disimpan pada variabel nama. Kemudian akan menampilkan tulisan “Bagaimana Kanbarmu?” diikuti dengan teks yang dimasukan sebelumnya.
·        Variabel, Konstanta : Variabel adalah suatu tempat yang disediakan dalam memori untuk menampung data dan nilai data yang dimasukan kedalamnya dapat dirubah sewaktu-waktu. Setiap variabel memiliki nama untuk mengidentifikasi data yang dikandungnya.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan variabel:
-          Nama variabel dimulai dengan alfabet
-          Sebaiknya bersifat unik, tidak boleh ada nama variabel yang sama dalam satu program
-          Perhatikan penulisan huruf besar dan kecilnya kareba C++ bersifat case sensitif
-          Gunakan nama variabel sesingkatnta, meskipun penamaan variabel panjangnya boleh beberapa saja
-          Jangan gunakan tanda baca, spasi, tanda-tanda yang dipakai dalam perhitungan
-          Bila nama variabel lebih dari satu kata, bisa menggunkan garis bawah untuk menghubungkannya
-          Selain hal-hal diatas, ada beberapa keyword yang dipakai oleh C++ yang tidak boleh digunakan dalam penamaan variabel maupun pendeklarasian lainnya.
          Setiap variabel memiliki ruang lingkup dimana variabel tersebut dikenal. Variabel yang dikenal diseluruh bagian program disebut variabel global, sedangkan variabel yang hanya dikenal dalam suatu fungsi saja disebut variabel lokal.


Senin, 16 Maret 2015

Softskill: HIV Menyebar ke Rumah Tangga




            Jakarta, Kompas.com - Tren penularan Human Immunodeficiency Virus di Indonesia telah bergeser, dari sebelumnya dipicu aktivitas berisiko tinggi, kini menyebar ke populasi umum dengan perilaku berisiko rendah, termasuk ibu rumah tangga. Karena itu, pemerintah diminta meningkatkan upaya pencegahan penularan virus ganas itu.

Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan mencatat, hingga September 2014, orang dengan AIDS dari kalangan ibu rumah tangga 6.539 jiwa, atau tertinggi dari sisi profesi. Urutan di bawahnya ialah kelompok wiraswasta dengan jumlah 6.203 jiwa.

Sementara penjaja seks, profesi berisiko tinggi tertular HIV, yang mengalami AIDS ada di urutan keenam terbanyak, yakni 2.052 jiwa. "Secara teoretis, pemerintah tahu pola penularan yang menjangkau kelompok dengan perilaku berisiko rendah, tetapi kurang antisipasi," kata Direktur Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Inang Winarso, yang dihubungi dari Jakarta, Sabtu (14/3).

Tren itu sudah diprediksi sejak 1987, atau sejak HIV pertama kali ditemukan di Indonesia. Inang menyebutkan, tren penularan HIV pada ibu rumah tangga sebagai gelombang keempat.

Gelombang pertama terjadi pada 1987-1997, ditandai tren penularan melalui hubungan seks sejenis pada pria. Pada 1997-2007 gelombang kedua berlangsung, yakni tren penularan lewat jarum suntik oleh pengguna narkoba. Tahun 2007 hingga 2011 adalah gelombang ketiga, ditandai tren penularan lewat hubungan heteroseksual berisiko tinggi tertular HIV, terutama lewat transaksi dengan pekerja seks.

Mulai 2011, gelombang keempat mulai tampak, yakni tertularnya kelompok dengan perilaku berisiko rendah, termasuk ibu rumah tangga. Inang memperkirakan, tiga tahun terakhir, jumlah orang dengan AIDS dari kelompok ibu rumah tangga naik dua kali lipat tiap tahun.


Kondisi Papua

Menurut Inang, tren peningkatan penularan pada ibu rumah tangga lebih dulu terjadi di Papua, sekitar tahun 2000. Sebab, Papua tak mengalami tren penularan pada pengguna narkoba dengan jarum suntik sehingga langsung masuk fase penularan lewat hubungan heteroseksual.

Data per September 2014, jumlah kasus HIV di Papua mencapai 16.051 orang, tertinggi ketiga setelah DKI Jakarta dan Jawa Timur. Namun, prevalensi infeksi di Papua paling tinggi, yakni 566,50 per 100.000 penduduk.

Jack Morin, antropolog dari Universitas Cenderawasih, mengatakan, pada Desember 2014, jumlah perempuan yang tertular HIV di Papua hampir sama dengan yang dari kelompok laki-laki. Perempuan yang terinfeksi HIV sekitar 9.400 orang, dan laki-laki yang tertular sekitar 9.600 orang. Itu menunjukkan tingginya penularan pada ibu rumah tangga di Papua.

Jack menilai, salah satu penyebab adalah kuatnya budaya patrilineal atau sistem kekerabatan didominasi pria, terutama di pedesaan. "Ada 276 etnis di Papua, hampir semuanya memiliki budaya patrilineal," ucapnya.
Dalam sistem kekerabatan itu, suami berperan sebagai pencari nafkah sehingga kerap keluar rumah, dan istri mengurus rumah tangga. Jika suami pergi ke beberapa tempat dan bertransaksi dengan penjaja seks, istri rentan tertular HIV saat berhubungan badan dengan suami.

Terkait hal itu, pemerintah didesak agar segera bertindak untuk menekan peningkatan penularan pada ibu rumah tangga, antara lain dengan mendorong penggunaan kondom. Jika dibandingkan penjaja seks, jumlah ibu rumah tangga lebih besar meski perilaku berisiko rendah. Inang memperkirakan, ibu rumah tangga di Indonesia berjumlah 80 juta jiwa, sedangkan jumlah penjaja seks 200.000-300.000 orang.

Posisi ibu rumah tangga terkait masa depan bangsa, yakni melahirkan bayi-bayi sehat. "Ini mumpung masih fase awal. Jika  terlambat, tren penularan masuk ke gelombang lima, yakni penularan HIV pada banyak bayi," ucap Inang.

Kepala Seksi Standardisasi Subdirektorat AIDS dan Penyakit Menular Seksual Kemenkes Endang Budi Hastuti menjelaskan, sejak 2013 ada program penawaran tes HIV bagi ibu hamil demi mencegah penularan pada bayi jika ibu HIV positif. Dengan jaminan kesehatan nasional, pasien tak dipungut biaya. (JOG)

Ref: http://health.kompas.com/read/2015/03/16/141600423/HIV.Menyebar.ke.Rumah.Tangga 


Komentar & Pendapat:

            Sebenarnya HIV tidak akan menyebar sampai ke tingkat yang lebih umum jika kesadaran masyarakat tinggi terhadap bahaya seks bebas (dalam konteks ini penyebab utamanya penularannya melalui seks). Dalam hal ini seharusnya pemerintah dan tokoh masyarakat berperan aktif dalam membina masyarakat terutama dalam mengedukasi para suami-istri. Edukasi yang saya maksud disini seperti mengajarkan para istri untuk lebih memahami mengenai seks, menjaga agar suami tidak bosan dengan rumah tangganya, juga menjaga keharmonisan rumah tangga. Biasanya para suami yang betransaksi dengan para PSK adalah suami yang bosan dengan kehidupan rumah tangganya, bagaimana tidak? Jika rumah tangga yang ia jalani dianggap menyenangkan, tidak membosankan sekalipun dihadapi dengan masalah yang besar maka si suami akan berpikir panjang jika akan melakukan hubungan dengan para pekerja seks itu. Kuncinya disini adalah suami-istri harus saling memahami satu sama lain, dan tidak segan untuk berkonsultasi dengan pihak medis (medical check-up rutin misalnya). Untuk pasangan yang belum menikah juga sebaiknya melakukan cek terhadap pasangannya, bukan karena tidak percaya bahwa pasangan adalah orang baik namun lebih untuk mencegah hal yang tidak diinginkan dan tidak saling merugikan kedepannya.


                                          Adistia Bianca Rizki ~~ 10113209 ~~ 2KA21

Softskill: Sifat Positif - Negatif dan Cara Menutupi Sifat Negatif dengan SIfat yang Positif




Sikap & Sifat Positif   :
  •  Mudah bergaul
  •   Berprinsip tinggi
  • Selalu melakukan sesuatu berdasarkan prioritas
  • Senang mengatur banyak hal
  • Baik dalam mengatur waktu dan keuangan
  • Selalu memiliki set dalam pemecahan persoalan yang sudah direncanakan
  • Tidak membedakan orang lain benar atau salah selama tidak mengganggu kehidupan pribadi
  • Cepat memahami, mempelajari, dan mengerjakan sesuatu
  • Tidak mudah terpengaruh dengan hal yang tidak baik
  • Tidak menyukai kekerasan dan tidak tegaan
  • Cukup ramah



Sikap & Sifat Negatif:
  • Mudah marah jika ada orang lain yang mengganggu urusan pribadi
  • Sulit memberikan senyum pada orang yang tidak disukai (tidak mudah memaafkan)
  • Tidak mampu sabar menunggu dalam waktu yang cukup lama
  • Mudah sakit jika kurang tidur atau aktifitas terlalu lelah
  • Tidak suka diatur oleh orang lain



Cara Menutupi Sikap & Sifat Negatif dengan Sikap & Sifat Positif yang Dimiliki:
  • Meskipun saya mudah marah jika ada orang lain yang mengganggu urusan pribadi saya namun sering kali saya mencoba untuk memahami orang tersebut dan kemudian saya tidak akan terlalu memperdulikannya kecuali sudah sangat mengganggu kehidupan saya.
  • Saya cukup sulit memberikan senyum pada orang yang tidak disukai (tidak mudah memaafkan) tapi saya terbilang ramah dan tidak tegaan pada siapapun jadi ketika saya bertemu dengan orang yang tidak saya suka terkadang saya menekan rasa ketidaksukaan saya dan tetap menyapa atau senyum pada orang yang saya tidak suka itu, setidaknya saya tidak menyakiti perasaan orang lain karena sikap jutek saya.
  • Karena saya tidak mampu sabar menunggu dalam waktu yang cukup lama dan saya mudah bergaul, maka ketika saya harus menunggu sesuatu saya manfaatkan waktu tersebut untuk bergaul dan untuk lebih mengenal orang-orang disekitar saya.
  • Saya mudah sakit jika kurang tidur atau aktifitas terlalu lelah tapi saya mampu mengatur waktu dan saya selalu memprioritaskan kesehatan saya diantara hal-hal lain jadi sekalipun waktu saya sedikit saya sering memanfaatkan waktu tersebut setidaknya untuk memenuhi porsi tidur 8 jam.
  • Saya memang sangat tidak suka diatur oleh orang lain oleh sebab itu jika didalam sebuah rapat saya memilih untuk memberikan opini saya dan kemudian saya dipilih untuk mengatur plan-plan apa yang harus dikerjakan dan saya tetap menerima pendapat dari anggota yang lain namun dalam posisi tersebut tidak ada yang memiliki wewenang untuk mengatur apa yang harus saya lakukan.






                                                  Adistia Bianca Rizki ~~ 10113209 ~~ 2KA21

Sabtu, 14 Maret 2015

Enam Paket Kebijakan Ekonomi Dalam Peraturan Pemerintah (Softskill)



            Indonesia selalu memiliki masalah yang sama setiap tahunnya, yaitu masalah perekonomian terlebih saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu berada pada Rp. 13.100, hal tersebut tentu saja membuat harga bahan bahan pokok naik dan perekonomian di Indonesia melemah.

            Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan pemerintah akan mengeluarkan produk hukum yang mewajibkan penyerahan L/C itu. Penerapan itu dilakukan khusus untuk komoditas tambang, batubara, migas, dan CPO. Sofyan Djalil memastikan pemerintah akan menunggu untuk kontrak dagang jangka panjang selesai. Dengan demikian, Sofyan memastikan tidak ada gangguan bagi eksportir untuk melaksanakan kegiatannya selama ini.

            Selain itu untuk mengatasi masalah perekonomian ini, para Menteri pun membuat enam paket kebijakan untuk mengatasi persoalan tersebut. Enam paket kebijakan yang kemudian diatur dalam Peraturan Presiden dan ditanda tangani langsung oleh Presiden tersebut yaitu:
  1. Tax Allowance untuk perusahaan yang sanggup untuk reinvestasi dengan mendapatkan hasi dividen (pemberian insentif pajak kepada perusahaan yang melakukan ekspor dan perusahaan yang melakukan reinvestasi di dalam negeri dari keuntungan yang didapatnya)
  2. Pemerintah memberikan bebas Visa untuk kunjungan singkat wisatawan (entah hal ini menguntungkan negara dengan meningkatnya penghasilan dari sisi pariwisata atau justru merugikan jika tujuan wisatawan bukan benar-benar untuk berwisata).
  3. Restrukturisasi perusahaan reasuransi domestik. Pemerintah sudah mulai dengan perkenalan reasuransi BUMN. Jadi dari 2 perusahaan, menjadi 1 perusahaan nasionalKewajiban penggunaan biofuel sampai 15 persen dengan tujuan mengurangi impor solar cukup besar
  4. Penerapan LC (Letter of Credit) untuk produk SDA, seperti produk tambang, batubara, migas dan cpo. Intinya dengan ini pemerintah ingin tidak ada distorsi.
  5. Kebijakan tentang Bea masuk anti dumping sementara dan bea masuk tindak pengamanan sementara thd produk impor yang unfair trade. Poin ini dalam rangka melindungi industri dalam negeri.
            Masyarakat pasti mengharapkan kebijakan-kebijakan tersebut dapat memperbaiki perekonomian yang saat ini sedang jatuh. Namun disamping kebijakan baru tersebut, apakah pemerintah sudah memikirkan dampak dan resiko lainnya? Tentu saja masyarakat masih tetap menunggu hasil dari kebijakan tersebut dengan harapan pemerintah tidak memilih jalan yang salah atau bahkan jalan yang tidak sama sekali menguntungkan Negara.




                                         Adistia Bianca Rizki ~~ 10113209 ~~ 2KA21

Karakter Pada Diri Sendiri (Softskill)



           Posting saya kali ini untuk memenuhi tugas mata kuliah softskill yaitu menjelaskan mengenai karakteristik diri sendiri. Sebelum menjelaskan mengenai karakteristik pribadi saya, saya ingin memberikan opini mengenai apa itu karakteristik. Menurut saya, karakteristik atau kepribadian adalah suatu sistem psikis (pikiran, perasaan, motivasi, minat, bakat dan habitl) seseorang yang dapat membuat orang tersebut memiliki ciri khusus yang kemudian karakteristik tersebut dapat dijadikan sebagai pembeda antara individu yang satu dengan individu lainnya.

            Karakteristik memiliki banyak tipe, jika karakteristik saya digolongkan kedalam penggolongan karakteristik Yunani Kuno saya masuk kedalam Sanguinis Kholerik yaitu pribadi yang periang (namun saya riang dalam segala hal), cukup cepat dalam bereaksi, dan mudah marah (dalam hal tertentu). Menurut beberapa teman saya, saya memiliki sifat bossy dan cenderung mendominasi dalam beberapa persoalan. Saya sering kali melakukan segala sesuatu berdasarkan apa yang menurut saya benar dan harus dilakukan. Dalam aktifitas saya, saya selalu membuat list-list prioritas. Bisa dibilang mungkin hidup saya terstruktur berdasarkan prioritas. Karakteristik dibentuk dari lingkungan, kebetulan dalam keluarga saya anak perempuan satu-satunya jadi saya memang sering mengatur kakak atau adik saya untuk disiplin didalam rumah, mungkin itu penyebab saya lebih senang mengatur segala sesuatu dibandingkan harus diatur dan aturan tersebut belum tentu benar.

Kelebihan diri saya:
  1. Sanggup mengatur berbagai hal menurut prioritasnya.
  2. Cukup handal dalam mengatur keuangan.
  3. Cukup ramah.
  4.  Cepat memahami, mempelajari, dan mengerjakan sesuatu.
  5. Mudah bergaul dengan lingkungan yang baru.
  6. Selalu memiliki set pemecahan persoalan yang sudah direncanakan.
  7. Meskipun mudah bergaul namun saya tidak mudah terpengaruh dengan pergaulan yang buruk.
  8. Selalu berpikir rasional.
  9. Membenci kekerasaan dalam hal apapun.
  10. Tidak pernah membedakan orang lain benar atau salah selama tidak mengganggu kehidupan saya

Kekurangan diri saya:
  1. Mudah marah jika ada orang lain yang ikut campur dalam privasi saya.
  2. Anti tersenyum dengan orang yang tidak saya suka.
  3. Bossy (it’s bad?).
  4. Tidak mampu untuk sabar jika harus menunggu dalam waktu yang cukup lama.
  5. Mudah sakit jika kurang tidur atau aktifitas yang terlalu lelah.
  6. Tidak suka diatur oleh orang lain.


Kesimpulan     : Setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan pasti memilik kekurangan atau kelebihan dalam setiap karakter tersebut begitu juga dengan saya. Ada hal positif dalam pribadi saya namun juga ada hal negati didalamnya. Saya pikir, karakteristik mungkin bisa kapan saja berubah asal ada motivasi, kemauan, keharusan. Tapi selama karakteristik tersebut tidak mengganggu apalagi membuat resah orang lain, tidak ada salahnya untuk dirubah.


                          Adistia Bianca Rizki ~~ 10113209 ~~ 2KA21

Minggu, 18 Januari 2015

Kembali ke Jalan Ukhuwwah



            Belakangan ini gejala-gejala menurunnya semangat ukhuwwah (persaudaraan) semakin tampak ke permukaan yang ditandai dengan perseteruan antara para elit, penelantaran kaum dhu’afa, kurangnya solidaritas antara sesama anak bangsa dll. Alhasil semboyan ‘Indonesia negeri yang kaya alamnya, ramah penduduknya, dan tentram hidupnya.’ Hanya terbatas dalam sebuah ucapan. Realita membuktikan bahwa, keadaan persaudaraan diantara kaum Muslim saat ini sudah sangat memprihatinkan. Sebagian dari kita tidak lagi memperdulikan keadaan saudara Muslim yang seiman, atau bahkan merasa tidak perlu mengurusi dan membantu memecahkan permasalahan-permasalahan yang sedang menghimpitnya. Penyebab utama hal ini adalah penyakit kanker masyarakat yang sudah dalam stadium tinggi. Penyakit kanker masyarakat yang dimaksud disini adalah seperti berprasangka buruk, mencari-cari kesalahan orang lain, menguping rahasia orang lain untuk kemudian membukanya, persaingan tidak sehat, dengki, saling membeci, dan saling membelakangi atau saling memutuskan silaturahmi. Faktor eksternal dari umat lain pun turut serta menipiskan jiwa persaudaan ini.

            Persaudaraan atau ukhuwwah adalah ikatan jiwa yang melahirkan perasaan kasih sayang, cinta, dan penghormatan yang mendalam terhadap setiap orang, dimana keterpautan keterpautan itu dipautkan oleh ikatan akidah Islam, iman, dan takwa. Persaudaraan yang tulus ini akan melahirkan kasih sayang yang mendalam pada jiwa setiap Muslim dan mendatangkan dampak positif seperti saling menolong, mengutamakan orang lain, ramah, dan mudah untuk saling memaafkan. Upaya mewujudkan masyarakat yang damai karena damai itu indah, memiliki ghirah bekerja sama dan saling menyayangi sesama Muslim adalah dengan kembali ke jalan Ukhuwwah (persaudaraan).

Pertama, semangat mendahulukan orang lain adalah kata kuncinya, hal ini sejalan dengan firman Allah “...mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin) atas diri mereka sendiri; sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu).” (Q.S. Al-Hasyr : 9).

Kedua, persaudaraan prisipnya diikat oleh pertalian-pertalian darah dan keturunan (biologis), hubungan perkawinan, keluarga, budaya, adat-istiadat (etnologis), cita-cita (ideologis), kepentingan, suku, dan bangsa. Sekalipun demikian, Islam mengajarkan persaudaraan dalam ruang lingkup yang lebih luas serta perlu ditingkatkan yaitu persaudaraan yang diikat oleh persamaan akidah (keyakinan), sesama orang mukmin bersaudara. Dimanapun, kapanpun umat mukmin adalah bersaudara.

Ketiga, Rasulullah dalam membangun ukhuwwah (persaudaraan) mengungkapkan berbagai metafora misalnya orang mukmin itu “bagai dua tangan yang harus saling bersih memberikan” dan “bagai batang tubuh yang jika salah satu anggotanya merasa sakit maka akan terasa meriang dan panas sekujur tubuh. Metafora-metafora yang diungkapkan oleh Rasulullah diatas menggambarkan bagaimana dekatnya hubungan persaudaraan sesama orang beriman yang pada intinya persaudaraan itu tidak disekat oleh dinding-dinding bahasa, warna kulit, status sosial, yang terpenting adalah adanya ikatan batiniah yang kuat. Sebelum kedatangan Islam, masyarakat Arab dikenal dengan kabilah-kabilah atau suku-sukunya yang satu suku dengan suku lainnya sering terlibat perselisihan dan permusuhan. Yatsrib (Madinah sekarang) dihuni oleh berbagai suku seperti Aus, Khazraj, Quraidzah, Qainuqa, Bani Nadhir, dsb. Sesama mereka sering melakukan pertumpahan darah, berperang hanya karena masalah sangat sepele. Rasulullah datang atas undangan sebagian dari mereka. Kedatangan Rasulullah ke Yatsrib membawa perubahan dan angin segar bagi kehidupan mereka. Yaitu kedamaian dan kesejateraan, karena Rasulullah mempersaudarakan mereka dalam satu ikatan batiniah yaitu Islam. Bahkan Rasulullah membangun rasa kebersamaan dengan non-Muslim dengan membuat kontrak sosial sebagai tercantum dalam Piagam Madinah.

Keempat,   menuju jalan ukhuwwah (persaudaraan) adalah dengan memperhatikan keadaan orang-orang mukmin lainnya. Suatu ketika Rasulullah berkata “Barang siapa tidak menaruh belas kasihan kepada manusia, maka Allah tidak menaruh belas kasihan kepadanya.” (H.R. Bukhari dan Muslim). Umar bin Khattab berkata “Kalau seandainya apa yang aku urus ini sudah sejak dulu, niscaya aku akan memungut kelebihan harta orang-orang kaya itu lalu aku akan bagikan kepada orang-orang fakir muhajirin.” Beliau juga mengatakan “Didalam harta kekayaanmu ada suatu hak (bagian) yang dikeluarkan selain zakat.”

            Berdasarkan riwayat-riwayat tadi menunjukan betapa perlunya memperhatikan keadaan sesama mukmin. Rasulullah dan para sahabatnya merupakan sosok pemimpin masyarakat yang sangat memperhatikan masyarakat dalam rangka mewujudkan rasa empati, simpati, dan bersaudaraan. Jika demikian, maka pemimpin bangsa ini juga harus meneladani Rasulullah dan sahabat-sahabatnya untuk menjadi pemipin yang memiliki integritas tinggi yang ucapan dan perbuatannya dapat ia pertanggung jawabkan dihadapan umat dan Allah. Pemimpin yang jauh dari sifat despotisme, militerisme, fasisme, adigang, adigung, adiguna. Pemimpin yang partisipatif dan terbuka bagi kritik. Pemimpin yang membela orang lemah. Pemimpin yang konsistan dalam perjuangan dan pemimpin yang amanah. Wallahu a’lam


Reff: Muballigh Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia

Selasa, 13 Januari 2015

Izinkan Aku

Seperti penantian yang tidak menemui titik akhir.
Aku  masih sama seperti hari-hari kemarin menunggu jawaban atas sebuah akhir.
Dua musim dinegeri ini telah silih berganti melewati sebuah penantian.
Berdiri sendirian terkadang terasa begitu melelahkan.
Setiap hari aku datang ketempat dimana setiap kenangan kita terkubur didalam sebuah angan.

Dulu kamu bilang akan selalu melindungi aku seperti atmosfer melindungi bumi.
Namun kenyataan sangat berbeda jauh dengan sebuah mimpi.
Beribu-ribu kata kamu ucapkan sebagai janji.
Lalu justru kamu yang melangkah jauh pergi.

Dibalik sorotan sinar matahari aku melihat sebuah bayang.
Bayangan indah dari masa lalu yang telah jauh melayang.
Semudah itu kamu menghilang tanpa mengucap selamat tinggal.
Pergi membawa seluruh perasaanku tanpa sedikitpun sisa yang kau tinggalkan.
Sepedih ini kah menanti sebuah kepastian?

Jika hari ini kita bertemu dalam sebuah kesempatan.
Apakah akan ada kata rindu yang akan kamu ucapkan?
Jika hari ini kita bertemu dalam sebuah waktu.

Tolong izinkan aku untuk berpaling agar sanggup melupakan kamu.
This entry was posted in

Yang Tak Terlihat

Kalau boleh aku mendefinisikan diri, aku ini bagaikan bagian dari antariksa dan kamu menyebutku sebagai bulan. Aku terlihat ketika matahari sudah terbenam dan saat itu kamu mungkin sudah terlelap. Sebenarnya aku ini selalu ada disekitar kamu, bahkan ketika matahari sudah terbit, hanya saja aku tidak seterang matahari jadi kamu jarang melihatku dikala sang matahari memancarkan pesona cahayanya. Aku adalah teman dari orang-orang yang kesepian. Aku selalu terlihat oleh mereka yang kesepian. Namun sering kali aku berharap kamu mampu melihatku, berbicara denganku seperti mereka. Mencurahkan isi hatimu dikala kamu bahagia maupun gundah.
             Diatas sini aku sebagai yang tak terlihat ini selalu memperhatikan kamu tanpa malu karena aku ‘yang terlihat ini’ mungkin sudah putus asa. Aku senang memandangimu meskipun terkadang aku meradang, aku ingin menjadi dia yang selalu bisa ada disisimu. Mungkin matahari yang membuat kamu bangun dan bahagia melakukan aktifitas. Tapi sadarkah kamu jikala malam datang peri-periku lah yang membelai tidurmu. Peri-peri kecil yang aku utus untuk melindungimu agar mimpi buruk tidak masuk kedalam jiwamu. Mungkin kamu tidak memandangku sebelah mata namun aku takut jikalau kamu tau aku yang tak terlihat ini menanggung rasa yang begitu besar padamu akan membuatmu semakin mengabaikanku.
            Kamu tau tidak, aku terkadang berpikir kalau keajaiban itu ada. Seperti keajaiban yang membuat aku dapat kenal dengan kamu. Selama ini kamu mungkin tak sadar, meskipun aku sering memperhatikan kamu. Malu memang, iya malu. Aku perhatikan cara kamu bicara, cara kamu senyum, cara kamu berkomunikasi dengan orang lain. Yaa, dengan orang lain bukan dengan aku. Tapi sejak aku sering jadi pemerhati kamu, aku jadi merasa kalau kamu begitu dekat dengan aku.
            Kamu tau tidak, aku sangat tidak menyangka kalau akhirnya tuhan mendekatkan kita, ya memang mungkin dengan cara yang seperti ini tapi bisa saja ini salah satu keajaiban juga. Sejak kita semakin hari semakin dekat aku merasa kalau benar kamu sehangat yang ku duga. Kita dekat, semakin sering berkomunikasi dan saling mengingatkan.
            Kamu tau tidak, sejak kita semakin dekat hari-hariku menjadi berubah dan selalu diisi dengan senyuman demi senyuman. Diam-diam aku sering mengharapkan adanya pertemuan demi pertemuan dengan kamu. Aku sering berharap setiap hari setiap jam kita dikondisikan didalam keadaan yang sama, dimana aku melihat kamu tersenyum, mendengar kamu bicara dan tertawa, menghirup aroma parfummu ketika kamu lewat didepanku, dan melihat ekspresi menggemaskanmu ketika kamu sedang serius.
            Malam itu aku menyaksikan kamu melihatku dan tersenyum sebelum akhirnya kamu menangis. Andai kamu dapat melihatku. Andai aku yang ada disismu. Andai kamu percaya kalau aku ini bisa kau percaya. Tidak akan aku biarkan sebutirpun air matamu menetes. Aku sering berharap kalau aku bisa menjadi yang kamu lihat. Aku ingin merasakan menyentuh wajahmu, mengusap air matamu, memberikan kamu semangat dan kamu bahagia karena aku.
Bisa dibilang aku ini mungkin sedang berharap untuk bisa memiliki kamu. Meskipun secara diam-diam. Aku bahkan tak sampai hati untuk mengungkapkan ini. Kamu yang selalu ada difikiranku, apakah aku boleh berharap lebih padamu?  Walaupun aku tak tau sebenarnya bagaimana perasaanmu padaku. Sejujurnya sakit emang sakit kalau aku pendam semuanya sendiri. Aku mungkin sudah lelah berharap banyak kepada kamu. Aku sebenarnya ragu untuk dekat padamu, aku tau kamu itu pasti lebih pantas dengan mereka yang lebih baik dari aku.
Banyak cerita banyak masa lalu yang pernah aku alami, tapi hadirmu seakan membuatku semangat dengan hidup  yang baru. Setiap menatap matamu seakan kamu perduli dengan apa yang kualami. Banyak orang yang menilaimu dengan sikapmu yang tak pantas untuk dilihat, tetapi aku selalu melihat kamu yang terbaik. Sampai saat ini banyak orang yang dekat denganku tetap saja hatiku tertuju padamu. Bolehkah aku mengisi hatimu?
            Andai waktu berbaik hati dan mengizinkan kita untuk semakin dekat bahkan lebih dari ini. Aku berjanji tidak akan sedikitpun luka yang akan kamu rasakan. Aku akan selalu melindungi kamu dengan cara terbaikku. Wahai sang waktu satukanlah seorang wanita dan laki-laki ini. Jangan kau biarkan kami ragu dengan perasaan kami sendiri.

            Aku tidak berharap yang lain kembali sebagai bagian apapun dalam hidupku. Aku hanya ingin kamu yang menjadi bagianku. Aku takan berharap melebihi itu, aku takan berekspetasi yang lebih dari apa yang tidak mungkin. Aku tak mungkin untuk berhenti mengagguminya. Aku hanya menginginkan kamu selalu bahagia. Tak peduli seperih apa yang aku rasa. Mungkin benar kata mereka ini lah resiko seseorang yang tak terlihat.
This entry was posted in