Sabtu, 31 Oktober 2015

Relasional Aljabar Pada Database


Tabel KONSUMEN
no_kons
nama
alamat
kota
121210
Indri
Jl.  Tanjung Duren
Jakarta
121211
Agung
Jl. Pecenongan
Jakarta
121212
Nathanael
Jl. Kemang Raya
Jakarta
121213
Firda
Jl. Kengsaan
Bekasi
121214
Octariny
Jl. BDN
Tangerang
121215
Gunawan
Jl. Kukusan
Tangerang
121216
Ardiansya
Jl. Islamic Centre
Tangerang
121217
Wahyu
Jl. Matraman
Jakarta
121218
Helmanisa
Jl. Margonda
Depok
121219
Ginanjar
Jl. Juanda
Depok

Tabel MOBIL                                        
Nopol
merk
warna
B 1132 BRT
Honda Civic
Hitam
B 27 YK
Honda Freed
Merah
B 2008 MYZ
Honda Brio
Putih
B 5056 HK
Honda New Jazz
Silver
B 6945 EKY
Honda Civic
Silver
B 3038 OV
Honda CR-Z
Hitam
B 6034 JKY
Honda Odysesey
Merah
B 10 ANC
Honda New Jazz
Merah
B 5457 FK
Honda HR-V
Putih
B 6879 KL
Honda Brio
Putih

    Tabel HARGA
no_kons
nopol
harga
121210
B 1132 BRT
Rp. 447.000.000
121211
B 27 YK
Rp. 284.500.000
121212
B 2008 MYZ
Rp. 190.000.000
121213
B 5056 HK
Rp. 268.000.000
121214
B 6945 EKY
Rp. 447.000.000
121215
B 3038 OV
Rp. 511.500.000
121216
B 6034 JKY
Rp. 699.000.000
121217
B 10 ANC
Rp. 268.000.000
121218
B 5457 FK
Rp. 355.000.000
121219
B 6879 KL
Rp. 190.000.000














Aljabar Relational
A. Operasi Dasar
1.     Select (σ), digunakan untuk memperoleh informasi secara baris.
Misalnya:
·         Perintah: Tampilkan data konsumen untuk mobil dengan nopol = “B 6034 JKY” pada tabel
·         Query: σNopol(KONSUMEN)
·         Output:
no_kons
nama
alamat
kota
121216
Ardiansya
Jl. Islamic Centre
Tangerang



2.     Project (∏), digunakan untuk memperoleh informasi secara kolom
Misalnya:
·         Perintah: Tampilkan kolom Nopol dan Merk dari tabel Mobil
·         Query: ∏nopol,merk(MOBIL)
·         Output:
nopol
merk
B 1132 BRT
Honda Civic
B 27 YK
Honda Freed
B 2008 MYZ
Honda Brio
B 5056 HK
Honda New Jazz
B 6945 EKY
Honda Civic
B 3038 OV
Honda CR-Z
B 6034 JKY
Honda Odysesey
B 10 ANC
Honda New Jazz
B 5457 FK
Honda HR-V
B 6879 KL
Honda Brio

3.     Union (),Adalah operasi yang menggabungkan semua baris dari dua buah tabel dan kedua tabel tersebut harus sesuai atau memiliki hasil projeksi yang sama.
Misalnya:
·         Perintah: Gabungkan record dari tabel MOBIL dan tabel HARGA
·         Query: MOBIL HARGA
·         Output:
nopol
merk
warna
no_kons
harga
B 1132 BRT
Honda Civic
Hitam
121210
Rp. 447.000.000
B 27 YK
Honda Freed
Merah
121211
Rp. 284.500.000
B 2008 MYZ
Honda Brio
Putih
121212
Rp. 190.000.000
B 5056 HK
Honda New Jazz
Silver
121213
Rp. 268.000.000
B 6945 EKY
Honda Civic
Silver
121214
Rp. 447.000.000
B 3038 OV
Honda CR-Z
Hitam
121215
Rp. 511.500.000
B 6034 JKY
Honda Odysesey
Merah
121216
Rp. 699.000.000
B 10 ANC
Honda New Jazz
Merah
121217
Rp. 268.000.000
B 5457 FK
Honda HR-V
Putih
121218
Rp. 355.000.000
B 6879 KL
Honda Brio
Putih
121219
Rp. 190.000.000

4.     Cartesian Product(X), digunakan untuk mengkombinasikan suatu record dengan semua record pada suatu table. Operasi ini adalah operasi yang bisa digunakan untuk menggabungkan data dari dua buah tabel atau hasil query. Pada umumnya operasi cartesian product ini tidak berdiri sendiri, biasanya dikombinasikan atau digabung dengan operasi select  dan  project  dengan semua ketentuannya sesuai dengan apa yang ingin ditampilkan sebagai hasil query-nya
Misalnya:
·         Perintah: Kombinasikan setiap record pada tabel MOBIL dengan semua record pada tabel HARGA
·         Query: MOBILXHARGA
·         Output:

Nopol
merk
warna
no_kons
Nopol
harga
B 1132 BRT
Honda Civic
Hitam
121210
B 1132 BRT
Rp. 447.000.000
B 27 YK
Honda Freed
Merah
121211
B 27 YK
Rp. 284.500.000
B 2008 MYZ
Honda Brio
Putih
121212
B 2008 MYZ
Rp. 190.000.000
B 5056 HK
Honda New Jazz
Silver
121213
B 5056 HK
Rp. 268.000.000
B 6945 EKY
Honda Civic
Silver
121214
B 6945 EKY
Rp. 447.000.000
B 3038 OV
Honda CR-Z
Hitam
121215
B 3038 OV
Rp. 511.500.000
B 6034 JKY
Honda Odysesey
Merah
121216
B 6034 JKY
Rp. 699.000.000
B 10 ANC
Honda New Jazz
Merah
121217
B 10 ANC
Rp. 268.000.000
B 5457 FK
Honda HR-V
Putih
121218
B 5457 FK
Rp. 355.000.000
B 6879 KL
Honda Brio
Putih
121219
B 6879 KL
Rp. 190.000.000













5.  SetDifference (-), digunakan untuk mengurangi data yang sama antara suatu tabel dengan tabel lainnya. Dapat dikatakan juga bahwa operasi adalah operasi terhadap relasi yang terdiri dari semua baris di T1, tetapi tidak ada di T2. Operasi ini juga memiliki syarat yang sama dengan operasi Union yaitu harus Union Compatible.
Misalnya:
·         Perintah: Tampilkan data pada kolom nopol yang berbeda antara tabel MOBIL dengan tabel HARGA.
·         Query: ∏nopol(MOBIL)-∏nopol(HARGA)
·         Output: pada output berikut semua data pada kolom nopol ditampilkan karena dalam tabel MOBIL dan tabel HARGA setiap nopol sudah berbeda.

B 1132 BRT
B 27 YK
B 2008 MYZ
B 5056 HK
B 6945 EKY
B 3038 OV
B 6034 JKY
B 10 ANC
B 5457 FK
B 6879 KL

B. Operasi Tambahan
1.     Set Intersection (), digunakan untuk mendapatkan nilai yang ada dalam suatu tabel relasi yang juga ada dalam tabel relasi lainnya.
Adalah operasi yang mendapatkan atau menyatakan irisan dari dua buah tabel/query. Operasi ini disimbolkan dengan menggunakan lambang sebagai berikut:
T1 T2
Selain simbol diatas dapat disimbolkan juga dengan bentuk set difference seperti dibawah ini :
T1 – (T1-T2)
T1  T2 menghasilkan suatu relasi yang berisi instan – instan yang terjadi baik pada T1 dan T2. Relasi T1 dan T2 harus Union – Compatible.
Misalnya:
·         Perintah: Tampilkan data atribut no_kons yang terdapat pada tabel KONSUMEN dan tabel HARGA
·         Query: Π no_kons(KONSUMEN) Π Nama(HARGA)
·         Output:
121210
121211
121212
121213
121214
121215
121216
121217
121218
121219

2.     Natural Join (), digunakan untuk menggabungkan operasi select dan cartesian product menjadi hanya satu operasi saja (menggabungkan tuple pada relasi dengan menghilangkan kolom yang sama pada salah satu relasi yang digabungkan).
Misalnya:
·         Perintah: Tampilkan kolom nopol, merk, warna dan KONSUMEN dalam satu tabels
·         Query: MOBILKONSUMEN

·         Output:
Nopol
Merk
warna
nopol
merk
warna
B 1132 BRT
Honda Civic
Hitam
B 1132 BRT
Honda Civic
Hitam
B 27 YK
Honda Freed
Merah
B 27 YK
Honda Freed
Merah
B 2008 MYZ
Honda Brio
Putih
B 2008 MYZ
Honda Brio
Putih
B 5056 HK
Honda New Jazz
Silver
B 5056 HK
Honda New Jazz
Silver
B 6945 EKY
Honda Civic
Silver
B 6945 EKY
Honda Civic
Silver
B 3038 OV
Honda CR-Z
Hitam
B 3038 OV
Honda CR-Z
Hitam
B 6034 JKY
Honda Odysesey
Merah
B 6034 JKY
Honda Odysesey
Merah
B 10 ANC
Honda New Jazz
Merah
B 10 ANC
Honda New Jazz
Merah
B 5457 FK
Honda HR-V
Putih
B 5457 FK
Honda HR-V
Putih
B 6879 KL
Honda Brio
Putih
B 6879 KL
Honda Brio
Putih


      

Minggu, 18 Oktober 2015

Kesalahan Dalam Menulis Surat Lamaran Pekerjaan dan CV


          Membuat surat lamaran pekerjaan/CV sudah menjadi hal yang harus diketahui oleh setiap orang yang akan melamar perkerjaan terutama para fresh graduated. Saya sering menemukan kesalahan dalam format penulisan surat lamaran. Surat lamaran dalam bahasa Indonesia yang baik seharusnya sesuai dengan EYD. Mungkin sebagian orang berpikir bahwa beberapa penerima pekerjaan, format dan cara penulisan surat lamaran tidak begitu diperhatikan, padahal format penulisan sangat penting. Karena dari format dan cara penulisan HRD dapat membaca seberapa baik tingkat kecerdasan bahasa pelamar. Beberapa kesalahan dalam penulisan surat lamaran pekerjaan dan CV adalah

  • Besar dan Kecilnya Huruf dan Titik Koma
Besar dan kecilnya huruf dalam penulisan berpengaruh pada sempurna atau tidaknya tulisan tersebut. Misalnya didalam surat lamaran terdapat kalimat
“........oleh sebab itu, saya
 nama                          :
 alamat                        :
 nomor telepon            :
 pendidikan terakhir    :
........
 bermaksud untuk.....”
Kata yang saya bold diatas seharusnya memang menggunakan huruf kecil. Mengapa? Karena setelah kata ‘saya’ tidak ada ‘titik(.)’, meskipun setelah kata ‘saya’ tulisan poin-poin data diri dilanjutkan dibawah namun untuk poin-poin tersebut tidak menggunakan huruf kapital, karena poin-poin tersebut masih lanjutan dari kalimat sebelumnya, poin tersebut bukan paragraf baru! Jadi untuk penulisan apapun jika tidak diakhiri oleh ‘titik (.)’ jangan gunakan huruf kapital kecuali penulisan ditulis pada paragraf baru. Berbeda dengan CV, didalam CV poin-poin tersebut menggunakan huruf kapital karena CV ditunjukan untuk menuliskan biodata dan tidak ada kalimat permohonan/pengajuan. 

  • Tidak Menyertakan Dasar Informasi Adanya Lowongan Pekerjaan
Setiap kali mengetahui adanya suatu lowongan pekerjaan, saat membuat surat lamaran pekerjaan saya tidak pernah lupa untuk menuliskan darimana saya mendapatkan informasi lowongan pekerjaan tersebut. Format penulisannya diawal surat lamaran
“Berdasarkan informasi lowongan pekerjaan dari ________(jika dari koran tulis misalnya ‘komp*s, 27 Oktober 2015’, jika dari web masukan link webnya, jika tau lowongan tersebut dari teman tanyakan pada teman dimana lowongan pekerjaan tersebut diiklankan)

  • Tidak Spesifik Menuliskan Kepada Siapa Surat Lamaran Ditujukan
Saat ingin melamar pekerjaan, kadang kita tidak tau kepada siapa surat tersebut akan diajukan. Misalnya didalam informasi lowongan pekerjaan tersebut hanya dituliskan “Kirim lamaran ke Pimpinan Personalia/HRD......” maka dalam surat lamaran tersebut jangan menuliskan “Bapak atau Ibu pimpin”, bagaimana kita bisa tau pasti kalau yang akan menerima surat tersebut adalah laki-laki atau perempuan? Jadi lebih baik tuliskan seperti “...........besar harapan saya diterima untuk melakukan wawancara diperusahaan yang Anda pimpin”

  •  Menuliskan Suku dan Agama Dalam CV
Memang ada beberapa perusahaan yang sudah menetukan format apa saja yang harus diisi didalam CV. Seperti saat dulu saya melamar untuk menjadi brigadir polisi, dalam format biodata kedinasan yang harus saya isi dulu sudah ditentukan oleh pihak SDM kepolisian. Dalam data tersebut saya juga mengisi suku dan agama, mungkin untuk menentukan domisili dan waktu saya akan ditugaskan nantinya. Namun berbeda jika ingin melamar pekerjaan kepada pihak swasta atau perusahaan diluar kedinasan yang tidak menentukan format isi biodata, jangan memasukan keterangan suku dan agama. Karena pada dasarnya kita bekerja berdasarkan kemampuan kita bukan atas  dasar ras.

  •  Tidak Menuliskan Lampiran Apa Saja Yang Dilampirkan
Ketika ingin melamar suatu pekerjaan,  jangan lupa untuk menuliskan lampiran apa saja yang akan kita berikan kepada perusahaan tersebut. Biasanya format penulisannya seperti
“......sebagai bahan pertimbangan, berikut saya lampirkan
-foto copy ktp
-pas foto terakhir
-foto copy ijaza terakhir
-foto copy sertifikat
-SKCK
..........”

Untuk penulisan ‘foto copy’ dll pun harus sesuai dengan EYD.


Sebagai informasi, biasanya surat lamaran pekerjaan dan CV dikirimkan kepada perusahaan dalam 2 jenis pengiriman. Pengiriman via pos dan pengiriman via e-mail. Sebagai pelamar pekerjaan yang baik kita harus mengetahui bagaimana cara melakukan pengiriman tersebut. Jika via pos atau diberikan secara langsung keperusahaan, usahakan semua berkas dan lampiran di print dengan rapih. Untuk lampiran-lampiran berikan hanya foto copynya saja jangan sekali-kali memberikan lampiran aslinya (keculai pas foto). Jika via e-mail (attachment), buat surat lamaran dan CV dengan rapih didalam word, bisa juga jika ingin diconvert kedalam bentuk PDF, lalu jangan lupa untuk menscan semua lampiran mulai dari foto copy ijaza sampai dengan SKCK kemudian arsipkan dalam format .rar, jangan attachment satu data satu attachment karena hal itu hanya akan mempersulit perusahaan yang harus mendownload attachment kita satu persatu. 
Untuk informasi tambahan jika belum mempunyai SKCK tetapi perusahaan membutuhkannya, untuk membuat SKCK persiapkan semua berkas yang harus dibawa ke polsek setempat, dengan memakai pakaian yang rapih dan sopan. Berkas-berkasnya biasanya foto copy KTP yang sudah dilegalisir, sk rt/rw, sk kelurahan, kartu keluarga, foto (saya lupa berapa ukurannya), dan tissu untuk membersihkan tinta karena biasanya akan ada cap semua jari. Saat saya membuat SKCK tahun lalu saya tidak membawa berkas yang begitu banyak karena sebelumnya saya sudah memiliki surat rekomendasi dari polres, dan sidik jari saya pun sudah terdaftar disana jadi saya hanya membawa surat rekomendasi tersebut.
This entry was posted in

Selasa, 06 Oktober 2015

Disleksia (Kesulitan Belajar Membaca)

            Disleksia adalah salah satu jenis gangguan atau kesulitan belajar yang umumnya memengaruhi kemampuan membaca serta pengejaan seseorang. Penyebab disleksia belum diketahui secara pasti. Para pakar menduga faktor keturunan atau genetika berperan di balik gangguan belajar ini. Seorang anak memiliki risiko menderita disleksia jika orang tuanya menderita gangguan yang sama. Gejala-gejala dalam disleksia sangat bervariasi dan umumnya tidak sama untuk tiap penderita sehingga sulit dikenali, terutama sebelum sang anak memasuki usia sekolah. Ada beberapa gen keturunan yang dianggap dapat memengaruhi perkembangan otak yang mengendalikan fonologi, yaitu kemampuan dan ketelitian dalam memahami suara atau bahasa lisan. Misalnya membedakan kata “paku” dengan kata “palu”

image from: suryaden.com



INDIKASI DISLEKSIA MENURUT HARGROVE & POTEET (1984)

            Ada 13 jenis perilaku yang mengindikasikan bahwa anak berkesulitan belajar membaca lisan, dibawah ini adalah perilaku yang dialami oleh klien, yaitu:
  1.  Menunjuk tiap kata yang sedang dibaca. Hal ini dialami oleh klien, tiap kali klien disuruh membaca dia pasti menunjuk tiap kata yang dibaca.
  2. Menelusuri tiap baris yang sedang dibaca dari kiri ke kanan dengan jari. Selain menunjuk tiap kata klien juga menelusuri tiap baris yang dibaca dengan jari atau alat tulis yang dibawanya.
  3. Menggerakkan kepala, bukan matanya yang bergerak. Setiap klien membaca pasti kepalanya ikut bergerak sama dengan posisi kata yang dibacanya.
  4. Menempatkan buku dengan cara yang aneh. Hal ini terlihat ketika klien akan mulai membaca, klien sering meletakkan buku terbalik.
  5. Menempatkan buku terlalu dekat dengan mata. Buku yang dibaca oleh klien letaknya sangat dekat dengan matanya, seringkali klien menutup wajahnya dengan buku jika dia kelelahan belajar membaca.
  6. Sering melihat gambar. klien lebih tertarik dengan buku yang terdapat gambar didalamnya, meskipun klien sudah duduk dikelas V, klien masih suka memperhatikan gambar daripada tulisan yang ada disebelah gambar.
  7. Mulutnya komat-kamit waktu membaca. Sebelum membaca dengan bersuara, klien terlebih dahulu komat-kamit dengan kata yang akan dibacanya.
  8. Membaca kata demi kata. Meskipun klien saat ini sudah kelas V, klien masih tetap mengeja tulisan yang dibaca, bahwan memerlukan waktu yang lama.
  9. Membaca tanpa ekspresi. Setiap klien disuruh membaca maka akan membaca tulisan tersebut, namun dia tidak bisa mengekspresikan apa yang dia baca.
  10. Adanya suara aneh atau tegang, hal ini sering terjadi jika klien disuruh membaca satu kalimat yang sama akan tetapi masih tetap tidak lancar.



MELATIH PEMAHAMAN PENDERITA DISLEKSIA

            Menurut Ekwall, 1984 ada tujuan kemampuan yang ingin dicapai melalui membaca pemahaman, yaitu:
  • Mengenal ide pokok suatu bacaan
  • Mengenal detail yang penting
  • Membangkitkan imajinasi visual
  • Meramalkan hasil
  • Mengikuti petunjuk
  • Mengenal organisasi karangan
  • Membaca kritis


            Untuk melatih membaca pemahaman, biasanya anak diberi tugas untuk membaca yang dikenal dengan membaca dalam hati. Yang tujuan membaca dalam hati sama dengan membaca pemahaman. Dalam hal ini klien tidak dapat melakukannya, jika klien disuruh membaca dalam hati, klien justru diam dan mengalihkan perhatiannya. Selain membaca dalam hati. Membaca pemahaman juga dapat diketahui jika anak dapat menjawab pertanyaan yang sesuai dengan data dalam bacaan. Klien juga belum bisa menjawab pertanyaan jika dia tidak dibantu.

            Kondisi yang dialami oleh klien diatas, maka klien memerlukan bantuan agar klien bisa sembuh. Penanganan anak disleksia ini berbeda pada setiap individu. Seorangguru sebaiknya memberikan system pengajaran yang individual. Untuk itu, kerjasama antara orang tua, guru dan psikolog sangat diperlukan untuk menangani disleksia pada anak. jika masalah disleksia pada anak tidak ditangani secara tuntas, akan memberikan dampak yang buruk terhadap masa depan anak. Banyak anak yang mengalami disleksia yang tidak mendapatkan penanganan menjadi frustasi dan drop out dari sekolah. Kurangnya pengetahuan para orang tua mengenai masalah disleksia menyebabkan kasus disleksia pada anak sering tidak terdeteksi. Jika ditangani secara dini kondisi ini dapat diatasi. Oleh karena itu, para orang tua dituntut untuk lebih perhatian pada anak-anak, terutama ketika mereka mulai belajar membaca. Dengan begitu, kelainan seperti disleksia dapat dideteksi dan ditangani sejak dini.


TERAPI DAN PENGOBATAN DISLEKSIA

            Melalui strategi kompensasi dan terapi, penderita disleksia dapat belajar membaca dan menulis dengan memberi dukungan semangat untuk belajar. Ada beberapa cara atau teknis yang dapat dikelola atau bahkan memperendah resiko terkena disleksia. Menghilangkan stress dan kecemasan diri kadang bisa meningkatkan pemahaman tertulis.

            Untuk interaksi disleksia dengan sistem penulisan alfabet, tujuan dasar adalah untuk meningkatkan kepedulian hubungan antara huruf-huruf dan pengucapannya (bunyi), dan untuk menghubungkannya dimulai dengan mengajarinya membaca dan bertutur kemudian memadukan antara bunyi kedalam kata-kata. Telah ditemukan bahwa melatih fokus pada membaca dan bertutur menghasilkan hasil yang lebih memuaskan ketimbang pelatihan fonologis. Meskipun demikian, perlu sebuah kesadaran bahwa para penderita disleksia bukanlah keterbelakangan mental. Ini lebih kepada keterlambatan dalam proses belajar membaca dan bertutur. Mereka bukan malah dijauhi maupun dikucilkan, akan tetapi mereka adalah anak-anak yang mempunyai bakat tersendiri. Pengarahan serta pengajaran yang tepat akan membuahkan hasil. Kepedulian menjadi kunci dari keberhasilan belajar anak penderita disleksia. Setiap anak itu unik, memiliki bakat tersendiri. Anak penderita disleksia bukanlah anak yang idiot, malas belajar, atau tidak mau belajar. Akan tetapi memang mereka mengalami kesulitan dalam belajarnya. Karena setiap pemahaman setiap anak tidaklah sama. Tolak ukurnya tidak dapat dilihat dari perbandingan. Orang tua dan guru menjadi pemeran utama dalam mendidik anak penderita disleksia. Mereka bukan untuk dijauhi tapi untuk didekati.


Reff:


This entry was posted in

Sabtu, 26 September 2015

Fungsi dan Peranan Bahasa Indonesia


            Bahasa Indonesia adalah bahasa yang digunakan sebagai bahasa nasional atau bahasa resmi Republik Indonesia. Bahasa Indonesia mulai resmi digunakan oleh masyarakat Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan. Bahasa Indonesia juga merupakan salah satu bahasa dari berbagai macam bahasa melayu yang telah melalui penyempurnaan ejaan dan juga mengadopsi kata-kata dari bahasa lain. Jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa bangsa lain, bahasa Indonesia tidak menggunakan kata bergender (kata yang membedakan ‘dia’ laki-laki atau ‘dia’ perempuan), meskipun ada juga kata yang membedakan antara laki-laki dan perempuan seperti Putra atau Putri namun dkata tersebut tidak ditujukan kepada benda. Susunan dasar bahasa Indonesia yaitu SPO (Subjek-Predikat-Objek), bahasa Indonesia juga tidak mengenal tense (kala waktu), dalam bahasa Indonesia waktu dinyatakan dengan menambahkan keterangan waktu (seperti: hari ini, kemarin, esok). Meskipun bahasa Indonesia cukup sederhana namun pada penggunaan imbuhan mungkin akan cukup membingungkan bagi orang yang baru belajar bahasa Indonesia.

            Bahasa Indonesia memiliki peranan yang sangat penting, tidak hanya untuk menyatukan berbagai perbedaan budaya namun juga mendorong perkembangan budaya di Indonesia. Selain itu bahasa Indonesia juga memiliki peranan yaitu:
  • Sebagai alat komunikasi, Indonesia memiliki banyak budaya dengan beragam bahasa yang berbeda pada setiap daerah, tanpa adanya bahasa Indonesia maka komunikasi antar masyarakat dengan keragamanan bahasa tidak akan berjalan dengan baik
  • Sebagai alat kontrol sosial, bahasa Indonesia dapat dijadikan sebagai alat kontrol sosial pada masyarakat misalnya digunakan untuk memotivasi, mengontrol emosi, atau pun dengan memberikan ceramah.
  • Sebagai alat dalam perkembangan ilmu pengetahuan, bahasa Indonesia di dalam struktur budaya memiliki kedudukan, fungsi dan peran ganda diantaranya adalah sebagai akar dan produk negara sekaligus berfungsi sebagai sarana berfikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan


            Berdasarkan UUD 1945, bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan, yaitu sebagai bahasa nasional dan sebagau bahasa negara. Bahasa Indonesia juga memiliki fungsi lain diantaranya:
  •  Sebagai alat penghubung antar warga
  •  Sebagai lambang kebangsaan negara
  •  Lambang identitas negara
  • Alat yang menyatukan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial dan budaya yang berbeda


            Selain itu menurut Sumiati Budiman (1987), beliau mengemukakan bahwa fungsi bahasa indonesia dibedakan berdasarkan beberapa tujuan, yaitu:
  1. Funsi Praktis, Bahasa digunakan sebagai komunikasi dan interakis antar anggota masyarakat dalam pergaulan hidup sehari-hari.
  2. Fungsi Kultural, Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyimpan, menyebarkan dan mengembangkan kebudayaan.
  3. Fungsi Artistik, Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan rasa estetis (keindahan) manusia melalui seni sastra.
  4. Fungsi Edukatif, Bahasa digunakan sebagai alat menyampaikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  5. Fungsi Politis, Bahasa digunakan sebagai alat untuk mempusatkan bangsa dan untuk menyelenggarakan administrasi pemerintahan.

            Pada dasarnya seluruh kegiatan manusia akan sangat berkaitan dengan bahasa. Bahasa tidak hanya dapat digunakan dalam bentuk lisan, tetapi juga digunakan dalam bentuk tulisan. Ilmu filsafat juga tidak lepas dari penggunaan bahasa, banyak filsafah yang justru mengawali pemikirannya dari problem bahasa. Tentunya bahasa disini bukan berarti sekedar mempelajari tata gramatikal bahasa ataupun bahasa asing, melainkan bagaimana pengertian seseorang dapat terpengaruh hanya dari penggunaan kata-kata atau pemikiran.


Ref:



~ Adistia Bianca Rizki ~ 10113209 ~ 3KA21