Minggu, 05 Oktober 2014

Perkembangan Dalam Teori Manajemen

 Pendahuluan
            Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.  Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.
                Manajemen sebenarnya sudah ada sejak manusia ada. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan arsitek Mesir Kuno mewujudkan karyanya berupa piramid Cheops. Pembangunan piramid yang melibatkan ratusan ribu tenaga kerja tidak akan terwujud tanpa adanya manajemen yang baik. Hanya saja istilah manajemen baru muncul pada tahun 1886. Di Indonesia, manajemen sudah dipraktikkan pada masa pra sejarah. Adanya Candi Borobudur pada abad ke-8 dan Candi Prambanan pada abad ke-9 merupakan bukti bahwa manajemen sudah lama dipraktikkan di Indonesia.
Pertumbuhan manajemen meliputi tiga era yaitu
1.      Era Ilmiah.
2.      Era Sosial.
3.      Era Modern



Mind Awal Mengenai Manajemen
            Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen.  Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang.
            Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan
1.      Meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerjan.
2.      Menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas.
3.      Menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.
            Peristiwa penting kedua yang memengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut "pabrik." Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli. Ditandai dengan berkembangnya perkembangan ilmu manajemen dari kalangan insinyur (seperti Henry Towne, Frederick Winslow Taylor, Frederick A. Halsey, dan Harrington Emerson). 
            Manajemen ilmiah dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya, Principles of Scientific Management, pada tahun 1911. Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah sebagai "penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan." Beberapa penulis seperti Stephen Robbins menganggap tahun terbitnya buku ini sebagai tahun lahirya teori manajemen moderen.






Manajemen Era Ilmiah
            Perkembangan manajemen ilmiah juga didorong oleh munculnya pemikiran baru dari Henry Gantt dan keluarga Gilberth. Henry Gantt. yang pernah bekerja bersama Taylor di Midvale Steel Compan, menggagas ide bahwa seharusnya seorang mandor mampu memberi pendidikan kepada karyawannya untuk bersifat rajin (industrious ) dan kooperatif. Ia juga mendesain sebuah grafik untuk membantu manajemen yang disebut sebagai Gantt chart yang digunakan untuk merancang dan mengontrol pekerjaan. Sementara itu, pasangan suami-istri Frank dan Lillian Gilbreth berhasil menciptakan micromotion, sebuah alat yang dapat mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk melakukan setiap gerakan tersebut. Alat ini digunakan untuk menciptakan sistem produksi yang lebih efesien.
            Pada era ini juga ditandai dengan hadirnya teori administratif, yaitu teori mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh para manajer dan bagaimana cara membentuk praktik manajemen yang baik. Pada awal abad ke-20, seorang industriawan Perancis bernama Henri Fayol mengajukan gagasan lima fungsi utama manajemen: merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan sebagai kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan terus berlangsung hingga sekarang. Selain itu, Henry Fayol juga mengagas 14 prinsip manajemen yang merupakan dasar-dasar dan nilai yang menjadi inti dari keberhasilan sebuah manajemen.
            Sumbangan penting lainnya datang dari ahli sosilogi Jerman Max Weber. Weber menggambarkan suatu tipe ideal organisasi yang disebut sebagai birokrasi (bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja, hierarki yang didefinisikan dengan jelas, peraturan dan ketetapan yang rinci, dan sejumlah hubungan yang impersonal). Namun, Weber menyadari bahwa bentuk "birokrasi yang ideal" itu tidak ada dalam realita. Dia menggambarkan tipe organisasi tersebut dengan maksud menjadikannya sebagai landasan untuk berteori tentang bagaimana pekerjaan dapat dilakukan dalam kelompok besar. Teorinya tersebut menjadi contoh desain struktural bagi banyak organisasi besar sekarang ini.
            Perkembangan selanjutnya terjadi pada tahun 1940-an ketika Patrick Blackett melahirkan ilmu riset operasi, yang merupakan kombinasi dari teori statistika dengan teori mikroekonomi. Riset operasi, sering dikenal dengan "manajemen sains", mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi. Pada tahun 1946, Peter F. Drucker (sering disebut sebagai Bapak Ilmu Manajemen) menerbitkan salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: "Konsep Korporasi" (Concept of the Corporation). Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motor) yang menugaskan penelitian tentang organisasi.


Manajemen Era Sosial
            Era manusia sosial ditandai dengan lahirnya mahzab perilaku (behavioral school) dalam pemikiran manajemen di akhir era manajemen sains. Mahzab perilaku tidak mendapatkan pengakuan luas sampai tahun 1930-an. Katalis utama dari kelahiran mahzab perilaku adalah serangkaian studi penelitian yang dikenal sebagai Eksperimen Hawthrone. Eksperimen Hawthrone dilakukan pada tahun 1920-an hingga 1930-an di Pabrik Hawthrone milik  Wastern Electric Company Works di Cicero, Illenois. Kajian ini awalnya bertujuan mempelajari pengaruh berbagai macam tingkat penerangan lampu terhadap produktivitas kerja. Hasil kajian mengindikasikan bahwa ternyata insentif seperti jabatan, lama jam kerja, periode istirahat, maupun upah lebih sedikit pengaruhnya terhadap output pekerja dibandingkan dengan tekanan kelompok, penerimaan kelompok, serta rasa aman yang menyertainya. Peneliti menyimpulkan bahwa norma-norma sosial atau standar kelompok merupakan penentu utama perilaku kerja individu.
            Kontribusi lainnya datang dari Mary Parker Follet. Follett (1868–1933) yang mendapatkan pendidikan di bidang filosofi dan ilmu politik menjadi terkenal setelah menerbitkan buku berjudul Creative Experience pada tahun 1924. Follet mengajukan suatu filosifi bisnis yang mengutamakan integrasi sebagai cara untuk mengurangi konflik tanpa Kompromi atau Dominasi. Follet juga percaya bahwa tugas seorang pemimpin adalah untuk menentukan tujuan organisasi dan mengintegrasikannya dengan tujuan individu dan tujuan kelompok. Dengan kata lain, ia berpikir bahwa organisasi harus didasarkan pada etika kelompok daripada individualisme. Dengan demikian, manajer dan karyawan seharusnya memandang diri mereka sebagai mitra, bukan lawan.
            Pada tahun 1938, Chester Barnard (1886–1961) menulis buku berjudul The Functions of the Executive yang menggambarkan sebuah teori organisasi dalam rangka untuk merangsang orang lain memeriksa sifat sistem koperasi. Melihat perbedaan antara motif pribadi dan organisasi, Barnard menjelaskan dikotonomi "efektif-efisien". Menurut Barnard, efektivitas berkaitan dengan pencapaian tujuan, dan efisiensi adalah sejauh mana motif-motif individu dapat terpuaskan. Dia memandang organisasi formal sebagai sistem terpadu yang menjadikan kerjasama, tujuan bersama, dan komunikasi sebagai elemen universal, sementara itu pada organisasi informal, komunikasi, kekompakan, dan pemeliharaan perasaan harga diri lebih diutamakan. Barnard juga mengembangkan teori "penerimaan otoritas" yang didasarkan pada gagasan bahwa atasan hanya memiliki kewenangan jika bawahan menerima otoritasnya.




 Manajemen Era Modern
            Era moderen ditandai dengan hadirnya konsep manajemen kualitas total (total quality management—TQM) di abad ke-20 yang diperkenalkan oleh beberapa guru manajemen, yang paling terkenal di antaranya W. Edwards Deming (1900–1993) and Joseph Juran (lahir 1904).
            Deming, orang Amerika, dianggap sebagai Bapak Kontrol Kualitas di Jepang. Deming berpendapat bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukan berasal dari kesalahan pekerja, melainkan sistemnya. Ia menekankan pentingnya meningatkan kualitas dengan mengajukan teori lima langkah reaksi berantai. Ia berpendapat bila kualitas dapat ditingkatkan
a.      Biaya akan berkurang karena berkurangnya biaya perbaikan, sedikitnya kesalahan, minimnya penundaan, dan pemanfaatan yang lebih baik atas waktu dan material.
b.      Produktivitas meningkat
c.       Pangsa pasar meningkat karena peningkatan kualitas dan penurunan harga
d.      Profitabilitas perusahaan peningkat sehingga dapat bertahan dalam bisnis
e.      Jumlah pekerjaan meningkat. Deming mengembangkan 14 poin rencana untuk meringkas pengajarannya tentang peningkatan kualitas.
            Kontribusi kedua datang dari Joseph Juran. Ia menyatakan bahwa 80 persen cacat disebabkan karena faktor-faktor yang sebenarnya dapat dikontrol oleh manajemen. Dari teorinya, ia mengembangkan trilogi manajemen yang memasukkan perencanaan, kontrol, dan peningkatan kualitas. Juran mengusulkan manajemen untuk memilih satu area yang mengalami kontrol kualitas yang buruk. Area tersebut kemudian dianalisis, kemudian dibuat solusi dan diimplementasikan.


Macam Teori Manajemen
Ada 6 macam teori manajamen diantaranya:
·         Aliran klasik: Aliran ini mendefinisikan manajemen sesuai dengan fungsi-fungsi manajemennya. Perhatian dan kemampuan manajemen dibutuhkan pada penerapan fungsi-fungsi tersebut.
·         Aliran perilaku: Aliran ini sering disebut juga aliran manajemen hubungan manusia. Aliran ini memusatkan kajiannya pada aspek manusia dan perlunya manajemen memahami manusia.
·         Aliran manajemen Ilmiah: aliran ini menggunakan matematika dan ilmu statistika untuk mengembangkan teorinya. Menurut aliran ini, pendekatan kuantitatif merupakan sarana utama dan sangat berguna untuk menjelaskan masalah manajemen.
·         Aliran analisis sistem: Aliran ini memfokuskan pemikiran pada masalah yang berhubungan dengan bidang lain untuk mengembangkan teorinya.
·         Aliran manajemen berdasarkan hasil: Aliran manajemen berdasarkan hasil diperkenalkan pertama kali oleh Peter Drucker pada awal 1950-an. Aliran ini memfokuskan pada pemikiran hasil-hasil yang dicapai bukannya pada interaksi kegiatan karyawan.
·         Aliran manajemen mutu: Aliran manajemen mutu memfokuskan pemikiran pada usaha-usaha untuk mencapai kepuasan pelanggan atau konsumen.

Prinsip Manajemen
            Prinsip-prinsip dalam manajemen bersifat lentur dalam arti bahwa perlu dipertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang berubah. Menurut Henry Fayol, seorang pencetus teori manajemen yang berasal dari Perancis, prinsip-prinsip umum manajemen ini terdiri dari:[13]
1.     Pembagian kerja (division of work)
2.     Wewenang dan tanggung jawab (authority and responsibility)
3.     Disiplin (discipline)
4.     Kesatuan perintah (unity of command)
5.     Kesatuan pengarahan (unity of direction)
6.     Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri (subordination of individual interests to the general interests)
7.     Pembayaran upah yang adil (renumeration)
8.     Pemusatan (centralisation)
9.     Hirarki (hierarchy)
10. Tata tertib (order)
11. Keadilan (equity)
12. Stabilitas kondisi karyawan (stability of tenure of personnel)
13. Inisiatif (Inisiative)
14. Semangat kesatuan (esprits de corps)

Referensi:
·        Husaini Usman. 2009. Manajemen: Teori Praktek dan Riset Pendidikan. Jakarta; Bumi Aksara.
·        http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen
·        https://www.scribd.com/doc/23283334/PERKEMBANGAN-TEORI-MANAJEMEN


Minggu, 28 September 2014

Organisasi dan Metodenya

TEORI ORGANISASI
UMUM 1




Nama:  1. Adistia Bianca Rizki
            2. Dwita Angraini
            3. Justin Nathanael Jacobs
            4. Pieter Gusti Pratama
            5. Setiawati Wina Pratiwi
            6. Syarif Nur Ikhsanuddin
            7. Tiara Anjas Hartiningsih M
            8. Wily Orlando

Kelas: 2KA23 (Kelompok 2) 









Organisasi dan Metodenya


1.      Organisasi
            Organisasi merupakan perkumpulan dari beberapa individu yang memliki tujuan yang sama dan memiliki kestrukturan dalam operasional kerjanya. Dalam pengertian lain organisasi juga memiliki dua arti yaitu Organisasi dalam arti statis, dan Organisasi dalam arti dinamis. Dimana organisasi dalam arti statis ialah organisasi sebagai wadah tempat dimana kegiatan kerjasama dijalankan. Dan organisasi dalam arti dinamis yaitu organisasi sebagai suatu sistem proses interaksi antara orang-orang yang bekerjasama, baik formal maupun informal.  Selain itu beberapa ahli juga memiliki pendapat mengenai organisasi. Diantaranya:
  • ·        James d. Mooney

Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  • ·        Stooner

Organisassi adalah pola hubungan melalui orang-orang dibawah pengarahan atasan untuk mengejar tujuan bersama.
  • ·        Stephen P. Robins

Organisasi adalah entity sosial yang dikordinasikan secara sadar denga sebuah batasan yang relatif dapat di identifikasikan, yang bekerja atas dasar yang relatif untuk mencapai suatu tujuan bersama.

2.      Metode
            Menurut bahasa Yunani, metode atau methodos ialah suatu cara atau jalan yang ditempuh. Dalam teori organisasi, metode sangat diperlukan untuk menjadikan suatu tata kerja sehingga dapat mencapai tujuan dari organisasi tersebut. Dalam hal ini metode bukan hanya penting untuk mencapai tujuan. Metode sendiri memiliki beberapa sub yaitu:
·         Metode Ilmiah langkah-langkah yang ditempuh untuk memperoleh hasil ilmiah.
·         Metode Ilmu Komputer, suatu bagian kode yang digunakan untuk melakukan suatu tugas.
·         Metode musik, semacam buku teks untuk membantu murid belajar memainkan alat musik.
·         Metode Mengajar merupakan cara yang dilakukan oleh seorang pendidik atau seorang guru kepada naradidik pada saat mengajar.
            Menurut sub metode tersebut dalam teori organisasi metode yang dipakai berdasarkan dalam bidang apa organiasi tersebut bergerak, namun biasanya metode yang banyak digunakan adalah metode ilmiah, karena dalam metode ilmiah ini tata cara yang digunakan berdasarkan ilmu pengetahuan dan hampir semua bidang memerlukan ilmu pengetahuan.

3.      Kaitan Organisasi dan Metode
            Berdasarkan teori mengenai organisasi dan metode diatas, dapat disimpulkan bahwa Organisasi dan Metode ialah rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah di tetapkan.

4.       Management dan Organisasi
            Manajemen adalah proses kegiatan pencapain tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timmbal balik antara kegiatan dan kerja sama di satu pihak dengan tujuan di pihak lain. Untuk dapat mencapain tujuan tersebut maka perlu di bentuk suatu organisasi yang pada pokonya secara fungsional dapat di artikan sebagai sekelompok manusia yang di persatukan dalam suatu kerja sama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi , dalam rangka manejemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antar manajemen dan organisasi.

5.      Kesimpulan
            Berdasarkan beberapa penjelasan diatas mengenai organisasi dan metodenya serta manajemen organisasi didapat beberapa poin penting yaitu:
  1.  Organisasi dan metode merupakan kunci atau syarat pelaksanaan kerja yang optimal.
  2.  Organisasi dan metode yang baik penting bagi kegiatan manajemen karena melalui metode yang baik lah akan didapat efesiensi waktu dan tenaga untuk kemudian menghasilkan suatu tatanan kerja yang optimal.
  3.   Dalam membangun suatu organisasi manajemen yang baik sangat diperlukan agar tercapainya tujuan yang telah ditetapkan melalui kerja sama dengan orang lain sebagai sumber tenaga kerja tanpa mengabaikan sumber-sumber yang lain dan waktu yang tersedia dengan cara yang setepat-tepatnya

Selasa, 23 September 2014

Organisasi International Skala Pemuda Sampai Kenegaraan



            Organisasi merupakan perkumpulan dari beberapa individu yang memiliki tujuan yang sama dan memiliki kestrukturan dalam operasional kerjanya. Organisasi international adalah salah satu bentuk dari perkumpulan individu-individu yang berdomisili disetiap negara yang berbeda namun memiliki satu tujuan yang sama. Organisasi International saat ini bukan hanya sekedar perkumpulan antara negara yang satu dengan negara yang lain dalam sebuah perjanjian, namun juga ada dalam bentuk perkumpulan pemuda-pemuda dengan tujuan mengembangkan skill international relation, sampai skill leadership. Tentu saja keikut sertaan pemuda-pemuda tersebut dalam organisasi international berdampak pada attitude dan profesionalitas saat memasuki dunia kerja.

Contoh Organisasi Pemuda dan Kengegaraan International:
  • 1.         AIESEC, AIESEC merupakan salah satu contoh organisasi international yang cukup banyak diminati oleh pemuda-pemuda didunia salah satunya di Indonesia. Mungkin nama AIESEC tidak terlalu asing bagi mahasiswa-mahasiswa yang cukup aktif dalam berorganisasi. AIESEC ini adalah organisasi pemuda yang membantu pemuda dalam mengembangkan skill kepemimpinan, dan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam exchange international. Selain membantu mengembangkan kemampuan kempemimpinan AIESEC juga berfokus pada pengalaman kepemimpinan dan global learning environment. Namun tentu saja tidak mudah untuk menjadi bagian dari organisasi ini karena ada beberapa tahap seleksi seperti CV, sampai interview yang dilakukan dengan bahasa international yaitu bahasa inggris.

  • 2.      Indonesia Youth Diplomacy, IYD merupakan organisasi yang dibentuk untuk membantu pemuda indonesia yang tertarik dengan isu international mulai dari ekonomi, politik, bahkan sampai iklim. Owner dari organisasi ini memiliki tujuan untuk mengajak pemuda indonesia berpartisipasi dalam diplomasi international.

  • 3.      PBB, perserikatan bangsa-bangsa merupakan organisasi international dengan skala kenegaraan yang dibentuk untuk memfasilitasi hukum international, perlindungan sosial, dan lembaga ekonomi.

  • 4.      ASEAN, ASEAN adalah organisasi kenegaraan yaitu perhimpunan negara-negara Asia Tenggara. ASEAN merupakan organisasi geopolitik dan ekonomi dari negara-negara yang berada dikawasan Asia Tenggara. Organisasi ini memiliki tujuan yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, pengembangan kebudayaan, dan memajukan perdamaian terutama untuk negara-negara anggotanya.


Management dan Tata Kerja Organisasi

            Management dan tata cara organisasi merupakan suatu hal yang saling berkaitan. Management merupakan proses kegiatan pencapaian suatu tujuan bersama antara individu. Tata kerja adalah pola atau bagaimana cara agar suatu tujan dapat tercapai (management). Organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan tersebut dengan pola atau cara pencapaian tertentu. Dalam Organisasi International biasanya management dan tata kerja organisasi ini dilakukan tentu saja dengan taraf international. Misalnya jika suatu organisasi international yang berfokus pada kesehatan masyarakat dunia maka selain harus memiliki tenaga-tenaga medis dalam anggota organisasi tersebut juga dibutuhkan kerja sama dengan lembaga-lembaga kesehatan lain mulai dari lembaga international sampai lembaga lokal yang berada disuatu negara.

Ciri-Ciri Organisasi International

            Organisasi International memiliki ciri-ciri yang sama dengan organisasi lain pada umumnya. Hanya saja organisasi ini memiliki cakupan yang lebih besar. Misalnya saja organisasi niaga, sosial, ekonomi, politik jika anggota dan prinsip kerjanya mendunia dapat juag dikatakan sebagai organisasi international. Selain itu ciri-ciri umum organisasi diantaranya:

a     Memiliki komponen

                                i.            Anggota
                              ii.            Struktur (hirarki)
b      Memiliki tujuan dan sasaran
c      Memiliki aturan-aturan umum yang harus ditegakkan
d.  Memiliki kerjasama
e.   Memiliki strategi-strategi tertentu dalam program kerjanya

Kesimpulan:

            Organisasi international merupakan perkumpulan dari individu-individu dari berbagai macam negara di dunia yang memiliki tujan yang sama. Organisasi International tidak hanya berlaku dalam kenegaraan yang formal seperti PBB dll namun juga banyak buat untuk pemuda dunia.  Management, tata kerja dan ciri-ciri Organisasi International sama seperti Organisasi lainnya hanya saja dengan kapasitas yang lebih besar dan bertaraf dunia. Biasanya Organisasi International ini lebih diakui karena selain anggotnya yang berasal dari berbagai macam negara yang memiliki kebudayaan berbeda juga disorot oleh seluruh lapisan masyarakat di dunia.

~Adistia Bianca Rizki | 10113209|  2KA23~

Senin, 08 September 2014

Social Media Ladang Penyerangan Emosi


             Di era modern seperti saat  ini teknologi berkembang sangat pesat, beberapa pengembang bahkan mengupdate produk-produk teknologi terbaru mereka mulai dari software sampai hardware hanya dalam hitungan 1 tahun bahkan hanya selang beberapa bulan. Bayangkan dalam tahun 2014 ini berapa kali kita sebagai pengguna smartphone mendapat notifikasi untuk mengupdate software terbaru dari aplikasi yang sudah kita instal? Dalam era ini mungkin tidak ada masyarakat yang tidak mengenalSocial Media. Ditambah lagi dengan berkembang pesatnya teknologi didalam smartphone dan tidak jarang kita temui smartphone dengan harga yang cukup terjangkau  bahkan untuk kalangan menengah kebawah.
            Namun dengan pesatnya teknologi tersebut menurut pengamatan saya yang bisa dibilang cukup aktif dalam social media, banyak sekali terjadi penyerangan-penyerangan terhadap oknum atau individu tertentu. Hal tersebut terjadi terutama di Indonesia, sebagai contoh saja saat PilPres yang lalu beberapa pendukung dari salah satu capres yang begitu fanatik membuat hujatan terhadap salah satu capres lawannya dan pada akhirnya akan ada saja orang yang terganggu kemudian terjadi keramaianterutama di Social Media. Apakah itu masih bisa dibilang etis? Sebagai pengguna social media seharusnya masyarakat lebih mampu mengendalikan attitudenya.   Memang penyerangan-penyerangan via social media seperti itu tidak masuk kedalam Cyber Crime namun ada baiknya jika tidak perlu menghujat user tertentu hanya karena satu kesalahan yang ia buat.
            Selain penyerangan, Social Media juga sering disalah gunakan terutama untuk melampiaskan emosi seseorang. Ambil saja contoh seorang artis yang rajin mengupdate kekesalannya terhadap beberapa orang disekitarnya kemudian menjadi pembicaraan masa. Satu bulan yang lalu, hampir semua news online yang saya baca menampilkan berita tentang artis tersebut dalam berita utama mereka. Satu lagi contoh bukti kalau dalam era ini Social Media tidak berjalan sebagaimana fungsinya adalah kasus hukum yang diterima salah seorang Mahasiswi yang menghujat sikap masyarakat di suatu daerah di pulau Jawa hanya karena antrian mengisi bbm. Padahal kalau mahasiswi itu memanfaatkan Social Media yang ia miliki, ia pasti tau kalau antrian tersebut terjadi disemua daerah di Indonesia. Terutama ia adalah seorangMahasiswi, pastilah semua sikapnya seharusnya bisa dikendalikan.
            Sebagai masyarakat Indonesia yang ‘katanya’ memiliki tata krama, sopan santun, dan menjunjung tinggi nilai moral seharusnya hal-hal seperti itu tidak begitu banyak terjadi terutama dengan semakin banyaknya masyarakat yang memiliki pendidikan yang tinggi. Sejak duduk dibangku SD sampai sekarang saya seorang mahasiswi, dalam pendidikan formal saya selalu dijejali dengan softskill tentang norma terutama norma sosial. Artinya bukan hanya saya yang mendapat pendidikan seperti itu tapi juga semua orang yang pernah merasakan pendidikan sekali pun hanya sampai sekolah dasar. Namun pada kenyataannya bekal softskill dari pendidikan formal lenyap begitu saja.
            Semakin banyak orang yang tenggelam dalam dunia maya, menshare semua aktifitasnya dalam media sosial bahkan terkadang lupa dengan dunia nyata yang ia miliki (mungkin itu alasan jomblo dan friendzone semakin pesat berkembang haha). Media sosial seharusnya dijadikan sarana untuk mendekatkan sesama manusia bukan untuk saling menyerang. Kita perlu tau info-info dan update terbaru tapi jangan terlalu terlibat dalam hal yang bersifat negatif dalam media sosial. Tidak jarang media ini justru menjadikann emosi usernya tidak terkendali

Selasa, 26 Agustus 2014

Pengaruh Pengalaman Bagi Pengembangan Software

           Pengalaman adalah guru terbak. Setidaknya konsep seperti itu lah yang dapat diajdikan peduan dalam pengembangan software. Semakin berpengalaman suatu tim maka akan semakin presisi dalam melakukan estimasi biaya, waktu, dan sumber daya yang dibutuhkan. Hal tersebut berimplikasi pada sebuah software itu sendiri. Sebagai contoh, Perbandingan Windows7 dengan  Windows  versi sebelumnya, dan perbandingan  Ubuntu 10.10 dengan Ubuntu versi sebelumnya. Maka sebuah makna yang jelas dari sebuah software adalah ‘Software yang berkembang adalah software yang berevolusi untuk menjadi lebih baik.
     Sebuah analogi dari perkembangan software yang paling mudah dipahami adalah membuat sebuah rumah. Dalam membangun sebuah rumah perlu dikembangkan sedikit demi sedikit. Dimulai dari akusisi tanah, pembuatan denah, pengembangan pondasi dll. Ketika sebuah rumah sudah selesai dibangun, rumah tersebut masih bisa untuk dimodifikasi(diperbaiki, diperluas, dikurangi beberapa bagiannya untuk menjadi halaman) sesuai kebutuhan. Begitu pula dengan software, Evolusi adalah hal yang mutlak. Pertanyaan tersulit untuk dijawab adalah “Kapan software yang anda kembangkan akan selesai dan tanpa bug?”. Software yang memenuhi kepuasan user  tanpa  bug harus memenuhi berbagai macam standar t pengujian yang mencukupi. Pengujian yang matanf dan nilai kepuasan adalah suatu hal yang bersifat relatif dan kualitatif.
           Pengalaman pengembang software pada umumnya berimplikasi pada kemampuan tim, tim yang berpengalaman akan:
  •  Memiliki suatu pandangan yang luas tentang pemilihan teknologi, proses, dan perangkat bantu yang dibutuhkan.
  •  Produktifitas tim akan tinggi karena tim sudah memahami apa yang harus dilakukan sehingga software tersebut masuk ketahap rilis.
  • Presisi dalam melakukan estimasi sumber daya, biaya, waktu, yang dibutuhkan.
  • Mampu mengidentifikasi aspek resiko secara lebih baik termasuk mampu menghindari kesalahan secara teknis maupun non teknis.
            Secara sederhana jawaban atas pertanyaan  “Kapan software yang anda kembangkan akan selesai dan tanpa bug?” ialah:

- Software adalah suatu yang bersifat continuous improvement (kaizen) titik selesainya suatu pengembangan software dapat dikatakan  infinite. Hal yang mungkin dilakukan untuk  memenuhi  suatu software yang menyepakati suatu milestone atau suatu titik yang disepakati bersama dengan client adalah kesepakatan tersebut harus menjamin bahwa software yang diserahkan untuk selanjutnya digunakan oleh user sudah teruji dan memenuhi kebutuhan yang disepakati dalam tahap tersebut-

            Ref: Global Extreme Programming;Dr.Ridi Ferdiana,MCTS,MCPD,MCITP,MCT


Selasa, 12 Agustus 2014

Di Balik Bangka Belitung

     Bangka Belitung adalah sebuah provinsi yang ada di Indonesia yang terdiri atas dua pulau utama yaitu Pulau Bangka dan Pulau belitung serta pulau-pulau kecil seperti P. Lepar, P. Pongok, P. Mendanau dan P. Selat Nasik, total pulau yang telah bernama berjumlah 470 buah dan yang berpenghuni hanya 50 pulau. Bangka Belitung terletak di bagian timur Pulau Sumatera, dekat dengan Provinsi Sumatera Selatan. Bangka Belitung dikenal sebagai daerah penghasil timah, memiliki pantai yang indah dan kerukunan antar etnis. Ibu kota provinsi ini adalah Pangkal Pinang. Pemerintahan provinsi ini disahkan pada tanggal 9 Febuari 2001. Setelah dilantiknya Pj. Gubernur yakni H. Amur Muchasim, SH (mantan Sekjen Depdagri) yang menandai dimulainya aktivitas roda pemerintahan provinsi.
     Objek Wisata  yang ada diprovinsi ini diantaranya
1.    Wisata Bahari:
F Pantai Tanjung Pendam, terletak di Kota Tanjungpandan dengan luas sekitar 22 hektar. Berhadapan dengan pantai ini terdapat Pulau Kalamoa, didalamnya ada tempat peribadatan masyarakat Thionghoa.
F Pantai Tanjung Tinggi, merupakan salah satu pantai yang sangat indah, sering dijadikan tempat syuting film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi yang diangkat dari novel fenomenal karya anak muda Pulau Belitung Andrea Hirata. Jarak tempuh dari pusat kota Tanjungpandan 30 km.
F Pulau Pasir, hanya merupakan hamparan pasir yang tidak mempunyai pohon maupun batu-batu seperti tempat-tempat wisata lainnya. Namun keberadaannya selalu mendapat tempat dihati wisatawan karena keunikannya. Apabila air laut surut pulau ini akan  terlihat kepermukaan laut, saat itu anda dapat berjalan-jalan sambil berphoto dengan latar belakang batu granit
F Pulau Lengkuas, adalah nama sebuah pulau dan masih berdiri tegak menara mercusuar yang dibangun pada masa Kolonial Belanda tahun 1882. Sampai saat ini mercusuar tersebut masih berfungsi sebagai pemandu kapal yang masuk dan keluar melalui pelayaran laut Tanjung Binga dan sekitarnya.
F Pantai wisata Tanjung, Kelayang merupakan salah satu obyek wisata pantai yang terdapat di wilayah Kecamatan Sijuk. Tempat ini selalu menjadi  tujuan favorit wisatawan. Jarak Tanjung Kelayang dari Pusat Kota Tanjungpandan  27 km, ada hal yang menarik dari pantai ini yaitu, tampak dengan jelas ditengah laut batu Kepala Burung Garuda, merupakan maskot Pantai Tanjung Kelayang. Dan Masih banyak lagi wisata bahari lainnya.

   2. Wisata Alam
F Gunung Tajam, merupakan sebuah bukit tertinggi di Pulau Belitung, dengan tinggi 500 M di atas permukaan laut. Dari puncaknya  kita dapat menyaksikan keindahan panorama Pulau Belitung. Kurang lebih 300 M dari puncaknya terdapat sebuah curug dimana masyarakat Belitung menamakannya “Air Terjun Gurok Beraye” Airnya yang jernih jatuh kesebuah kolam
F Batu Menetas, Terletak di kawasan hutan lindung di Dusun Kelekak Datuk Kecamatan Badau sekitar 30 Km dari Pusat Kota Tanjungpandan. Pada lokasi ini terdapat  sungai aliran airnya berasal dari wilayah Gunung Tajam. Selain sudah dijadikan tempat rekreasi, tempat ini juga merupakan pusat konservasi “Tarsius Bancanus Saltator”
F Kolong Keramik, Adalah sebuah tempat rekreasi di Kecamatan Tanjungpandan yang memanfaatkan kolong atau danau sebagai modal utamanya. Awalnya sumber air danau ini digunakan oleh  perusahaan keramik untuk kebutuhan perusahaannya. Namun seiring perjalanan waktu tempat ini kurang terurus lagi. Karena dikwatirkan  akan keselamatan warga dan mengganggu keindahan kota
F Kolong Murai, merupakan sebutan masyarakat Belitung berarti danau. Tempat ini terletak dijalan murai, 6 km dari pusat Kota Tanjungpandan. Mudah dicapai dengan menggunakan kendaraan bermotor. Danau ini terbentuk akibat pengambilan atau penambangan tanah kaolin sedalam 2 sampai dengan 10 m.

      Berdasarkan Sejarah Agama di Belitung terkait dengan imigrasi penduduk ke pulau ini. Pemurnian Agama Islam dalam penyebarannya terhadap penduduk setempat dimulai pada saat masuknya mubaligh-mubaligh dari pasai dan johor karena sebelumnya Agama Islam yang ada masih menggunakan praktek perdukunan dan mistis pada masa kerajaan Balok. Kecuali penyebaran terhadap suku laut yang masih terpengaruh dengan animisme. Lalu kemudian Agama Islam masuk ke pulau Belitung pada masa masa pemerintahan Cakraningrat I bernama Kiai Agus Masud atau Kiai Agus Gedeh Ja’kub dan memerintah dari tahun 1618-1661 yang berasal dari keturunan bangsawaan Jawa dari Kerajaan Mataram Islam.Ia merupakan raja pertama dari kerajaan kedua yang ada di Belitung bernama kerajaan Balok.

          Pemerintah daerah ini pun menyiapkan berbagai cara agar banyak masyarakat indonesia dan international melihat perkembangan dan daerah belitung. Salah satunya dengan adanya website http://disparekraf.belitungkab.go.id/. Selain di Jakarta yang memiliki Abnon sebagai Icon Pariwisata, Bangka Belitung juga memiliki Icon dengan nama Bujang dan Dayang yang memilik kualitas tidak kalah dengan Abnon Jakarta. 

Sabtu, 21 Juni 2014

Pancasila Ideologi Campuran?

            Indonesia merupakan negara yang strategis didunia. Indonesia diapit oleh dua Benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia, dan Indonesia berada diantara dua Samudera yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Jadi jelas Indonesia merupakan jalur perdangan dunia. Orang dari berbagai macam negara diseluruh belahan dunia melakukan perdagangan melalui jalur Indonesia. Berbagai macam informasi mengenai sejarah negara-negara lain dapat diketahui oleh bangsa Indonesia termasuk Ideologi besar dunuia. Budaya di Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasiona;, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 19945. Pancasila itu dibuat berdasarkan kebudayaan yang ada di Indonesia sejak jaman dahulu, dan budaya Indonesia merupakan buaya campuran antara buaya lokal/asli, budaya asing. Menjadikan budaya itu sebagai Ideologi berarti menjadikan Pancasila sebagai pokok dasar pemikiran yang berasal dari campuran suatu budaya/kebiasaan.
            Berdasarkan budaya bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai ras dan suku yang memiliki bahasa dan adat istiadat masing-masing. Meskipun suku-suku bangsa itu menempati daerah yang terpisah, ada banyak kesamaan diantara mereka dalam nilai-nilai tertentu. Secara keseluruhan suku bangsa ini bertuhan dan memiliki ritual budaya dalam menyembah Tuhannya. Sebagai ideologi bangsa Pancasila harus tersosialisasi dalam bentuk ajaran atau doktrin yang mengandung nilai-nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis. Ajaran atau doktrin ini harus memiliki platform yang jelas mengenai ekonomi Pancasila yang rumusannya secara ilmiah maupun kebijakan serta strateginya di strata pemerintahan sudah mengandung nilai Pancasila.

Ideologi di dunia
            Banyak ideologi di dunia yang mempunyai nama, tetapi banyak juga yang tidak bernama. Semua bangsa pasti memiliki ideologi masing-masing, Bangsa Amerika serikat pasti memiliki ideologi, tetapi tidak bernama. Ketika Republik Rakyat China ahir, Dr Sun Yat Sen menamakan deologi ereka San Min Chu I. Ideologi Jepang bernama Tenno Koodo Seishin. Hitler mendirikan Jermania denga ideology Nasional Sosialisme, dan Lenin mendirikan Uni Soviet dengan ideology Marxisme Leninisme (komunisme). Sesuatu yang bernama memang mudah disosialisasikan sekaligus mdah dirongrong, dikritisi dan dkecam. Karl Marx tidak menamakan ajarannya Marxisme, tetapi para pengikutnya manamakan ajaran dari rangkuman buku-buku yang ditulisnya denan Marxisme. Padahal tidak ada satu buku tulisan Karl Marx yang berjudul Marxisme. Karl Marx menggunakan istilah ideology dalam semua pengertian kataini dalam bukunya Germany Ideologi.
Di Indonesia, pada masa Orde Baru Pancasila sangat dikeramatkan dan disakralkan oleh pemerintah ang saat itu amat mendominasi segala aspek kehidupan bangsa sehingga ideology ini menjadi hegemoni. Ideologi yang menjadi hegemoni akan lenyap bersamaan dengan jatuhnya suatu rezim. Mengamalkan ideology seperti pada era Orde Baru dapat membahayakan ideology itu sendiri. Saat ini pada era reformasi, dapat dirasakan bahwa sebagian masyarakat telah mengidentikan Pancasila dengan Orde Baru.
Kegunaan ideology dapat dibagi menjadi empat pendekatan:
1.      Ideology sebagai pemikran politik
2.      Ideology sebagai norma dan keyakinan
3.      Ideology sebagai bahasa symbol dan mitos
4.       Ideology sebagai kekuasaan elite
            Pendekatan pertama secara khusus lebih berhubungan dengan “isme” Barat seperti liberalism, marxisme dan sosialisme. Pendekata kedua berhubungan dengan pemikiran yang cenderung kurang sistematis. Pendekatan ketiga lebih mengarah ada symbol dan mitos, seperti tanda gambar Kabah pada Partai Persatuan Pembangunan yang menunjukkan aliran agama Islam. Pendekatan keempat berhubungan dengan cara elite memastikan Komforitas dan dukungan, seperti kepastian dukungan calon presiden dan kepala daerah dari partai pendukungnya. Dari pengalaman sejarah, perkembangan ideologi di Indonesia tidak terlepas dari perkembagan politik. Antara ideologi dan politik terdapat hubungan yang erat dan timbal balik.

Kesimpulan:
            Ideologi Indonesia itu merupakan ideologi yang sejak awalnya merupakan campuran dari berbagai macam pokok pikiran mulai dari lokal sampai asing yang sudah menjadi suatu kebiasaan dan menjadi dasar pokok pemikiran.
·         Apakah pernyataan bahwa pancasila diilhami gagasan-gagasan besar dunia dan pengalaman bangsa-bangsa lain. Dengan pernyataan bahwa Pancasila berakar pada kepribadian bangsa Indonesia sendiri, tidak saling bertentangan?
            Tidak, Karena pada dasarnya pokok-pokok pikiran bangsa Indonesia merupakan pokok pikiran dari sebuah kebudayaan nasional yang sudah menjadi satu antara buaya lokal, daerah, dan budaya asinng, jadi Pancasila berakar dari keprinbadian bangsa dimana asal mula kepribadian tersebut merupakan campuran dari berbagai macam kebudayaan.
·         Apakah memang Pancasila sebagai ideologi gado-gado?

            Tidak, karena Pancasila berasal dari kepribadian bangsa bukan mengambil paham dari kepribadian bangsa lain. Melainkan berdasarkan kepribadian bangsa sendiri yang memiliki asal mula dari berbagai macam campuran kebudayaan.

Rabu, 09 April 2014

Budaya Membaca (Belajar Dari AS)

          AS merupakan negara yang memiliki gambaran stastistik tragedi Nasional dengan implikasi politik dan sosial yang luas ternyata AS juga masih memiliki masalah yang berkaitan dengan bacaan yaikni “Ketidakmauan Membaca” dimana gejalanya semakin nayata dan belum dapat ditangani. Yang dimaksud ketidakmauan membaca disini iala, seseorang mampu membanca tetapi memilih untuk tidak melakukan apa yang telah ia baca. Penduduk Amerika setiap harinya menonton Televisi selama rata-rata 2 jam 38 menit, mabacendengarkan radio selama rata-rata 1 jam 56 menit, dan membaca hanya sekitar 23 menit itu pun bukan merupakan bacaan yang begitu bermutu.
          Menurut sebuah kajian yang diselenggarakan oleh National Endowment For The Arts memperlihatkan bahwa  hanya 7% hingga 12% penduduk yang membaca karya sastra dengan serius dalam waktu satu tahun (menurut Hemingway, Joyce,Updike, Dickens, dan beberapa penulis lainnya). Angka persentase tersebut menunjukan rendahnya nilai tyang diberikan dari kebudayaan Amerika pada bacaan pribadi yang mungkin terliaht lebih menyedihkan dari ketidakmampuan membaca anak-anak gelandangan di Indonesia. Mesin cetak telah ditemukan sejak 1457, dan sejak saat itu buku telah menjadisarana ilmu pengetahuan oleh sejumlah besar penduduk dunia.
          Kemampuan buku untuk memperluas dunia kita diluar apa yang lansung dirasakan pancaindra belum pernah diungkapkan sedekian otentik seperti apa yang pernah ditulis oleh Hellen Keller yakni "Kesusastraan adalah tempat idaman saya. Disini saya tidak pernah dikucilkan. Tidak ada penghalang pancaindra yang mengucilkan saya dari sahabat saya, yaitu buku yang berbicara dengan manis dan ramah. Mereka berbicara kepada saya tanpa rasa malu dan canggung”. Buku mempunyai kekuatan untuk mengubah kehidupan, dan untuk mengubah inti jalinan kebudayaan. Namun demikan, di Eropa membaca dikenal sebagai sesuatu hal yang berbahaya. Disana membaca selalu mendorong perubahan pribadi, yang kadang-kadang tak dapat diubah lagi.
    Jelas budaya membaca disebagian negara dan benua berbeda-beda namun membaca merupakan hal yang sangat penting. Karena dari membaca kita dapat memiliki banyak pengetahuan dan penilaian-penilaian baru mengenai kehidupan. Mulai dari membaca buku, koran, novel sabagai hiburan, status verified akun  di social media, atau bahkan blog dan artikel di beberapa situs.